Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Polres Jakbar Bongkar Komplotan Keluarga Bobol ATM

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | tangerangraya.co

Aksi kompak satu keluarga berujung menjadi perkara pidana. Seorang bapak tiri, ibu, dan anak bekerja sama membobol mesin ATM yang berada di dalam sebuah minimarket Indomaret di Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi didampingi Wakapolres Metro Jakarta Barat Akbp Rezi Dharmawan Kasat Reserse Kriminal Akbp Arfan Zulkan Sipayung, Wakasat reskrim Kompol Raden Dwi Kennardi dan Kanit Resmob Akp George Ruben mengatakan, ketiga pelaku telah merencanakan aksi tersebut.

Adapun, kasus ini dilaporkan pada Februari 2026 lalu. Para pelaku menargetkan mesin ATM dengan menggunakan peralatan las.

“Pelakunya terdiri dari bapak tiri, anak, dan ibu. Anak dan ibu ini statusnya kandung, sedangkan bapaknya adalah bapak tiri,” kata Nasriadi dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Dalam aksinya, dua pelaku masuk ke dalam Indomaret untuk menjebol ATM. Sementara seorang ibu pelaku lainnya bertugas mengawasi situasi dari luar.

Namun, aksi tersebut gagal total setelah oksigen yang digunakan untuk mengelas mesin ATM habis. Akibatnya, mesin ATM belum sempat dibobol maupun dirusak.

“Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis,” ujar Nasriadi.

Gagal membawa uang dari mesin ATM, para pelaku kemudian mengalihkan sasaran. Mereka mengambil sejumlah barang barang dan rokok yang berada di dalam minimarket.

Polisi juga menemukan salah satu pelaku menggunakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan swalayan tersebut.

Pakaian tersebut dibeli secara daring dan diduga digunakan untuk mengelabui orang maupun kamera CCTV.

Nasriadi menjelaskan, dalam kasus ini polisi telah mengamankan dua dari tiga pelaku. Mereka berinisial RH yang merupakan Bapak Tiri (sekarang DPO) dan R yang merupakan ibu kandung dari pelaku anak berinisial D.

Sementara satu pelaku lainnya masih buron dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi menyebut pelaku yang buron merupakan Bapak Tiri serta otak atau aktor intelektual di balik aksi nya tersebut.

“Pelaku D bersama RH masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu (R) menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar,” jelasnya.

Menurut Nasriadi, aksi tersebut diduga dilatarbelakangi faktor ekonomi. Pelaku DPO disebut membujuk ibu tersebut untuk ikut dalam rencana pencurian.

“Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah,” ungkap Nasriadi.

Polisi juga menduga aksi membobol ATM menggunakan peralatan las bukan pertama kali dilakukan oleh pelaku yang masih buron.

Dugaan itu muncul lantaran pelaku dinilai sudah memahami modus serta berani menggunakan peralatan yang khusus.

“Saya dan penyidik yakin ini bukan baru pertama kali. Kalau orang sudah berani menggunakan alat canggih dan modus-modus yang luar biasa, berarti dia sudah lebih dari sekali melakukan hal tersebut,” katanya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat las dan baju merah marun, baju menyerupai seragam minimarket, satu unit handphone, serta satu tong sampah.

Sementara sebagian peralatan las yang digunakan untuk membobol ATM dibuang para pelaku ke Kali Angke. Polisi masih berupaya mencari peralatan tersebut karena kondisinya cukup berat.

Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah polisi mempelajari rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.

Selain itu, polisi juga mendapat informasi dari masyarakat dan melakukan penyelidikan.

Sementara, kepolisian masih memburu pelaku RH yang disebut sebagai otak dibalik pencurian itu.

“Sampai saat ini unit Resmob masih terus mencarinya DPO otak dr kejahatan tersebut” tutupnya. (wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *