Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Polisi Siagakan 9.242 Personel Amankan 47 Kegiatan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | tangerangraya.co

Polda Metro Jaya menyiagakan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah hukumnya pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Sebanyak 47 kegiatan tercatat berlangsung pada hari tersebut. Dari jumlah itu, 31 kegiatan merupakan penyampaian pendapat di muka umum, sedangkan 16 lainnya berupa kegiatan masyarakat.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kepentingan dan aktivitas masyarakat lainnya.

“Di sekitar lokasi kegiatan masih banyak masyarakat yang menjalankan aktivitas rutin. Karena itu, kami berharap penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib dengan memperhatikan hak masyarakat lainnya,” ujar Budi, Selasa (18/8/2026).

Menurut Budi, ribuan personel dikerahkan untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib. Personel gabungan tersebut terdiri atas 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, serta 1.850 personel BKO Mabes Polri.

“Puluhan kegiatan ini tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Sebelum bertugas, personel mengikuti apel kesiapan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya sekitar pukul 08.00 WIB,” katanya.

Selain pengamanan kegiatan, kepolisian juga menyiapkan pengaturan lalu lintas secara situasional. Rekayasa lalu lintas dapat diterapkan apabila terjadi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.

Budi mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak kegiatan, seperti Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan Monas, dan sekitarnya, untuk memperhatikan perkembangan informasi serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami berharap seluruh kegiatan penyampaian pendapat dan kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan tetap memperhatikan aktivitas serta hak masyarakat lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengamanan tidak hanya ditujukan kepada peserta kegiatan, tetapi juga untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Di tengah pengamanan berbagai kegiatan tersebut, personel Polda Metro Jaya juga mengenakan pita hitam di lengan kiri.

Pita tersebut menjadi bentuk solidaritas dan ungkapan duka cita terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pita hitam yang kami kenakan merupakan bentuk solidaritas dan duka cita atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di NTT,” tutup Budi.

Dengan pengerahan ribuan personel gabungan dan pengaturan lalu lintas secara situasional, Polda Metro Jaya memastikan pengamanan berbagai kegiatan tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, serta penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *