Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkab Tangerang Perkuat Pemerataan Pendidikan 7 Unit Sekolah Baru Diresmikan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang meresmikan 7 Unit Sekolah Baru untuk memperluas akses pendidikan dan pemerataan SDM unggul di Banten.

Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan dan penyediaan Unit Sekolah Baru (USB). Sebanyak tujuh USB di Provinsi Banten diresmikan secara serentak dengan pusat kegiatan di SMAN 33 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Pasar Kemis, Senin (31/8/2026).

Peresmian tersebut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Pembangunan sekolah baru menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, terutama di kawasan dengan kepadatan penduduk yang terus meningkat.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung penyediaan sarana pendidikan, termasuk melalui penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah negeri tingkat menengah.

Menurut Maesyal, meskipun pengelolaan SMA dan SMK negeri merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten, keberadaan sekolah tersebut sangat berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Tangerang.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur dan Pak Wagub. Memang secara kewenangan undang-undang, pengelolaan SMA dan SMK negeri ada di Pemprov Banten. Namun rakyatnya, anak-anak yang sekolah di sini adalah rakyat kami, warga Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis dan Sepatan,” ujar Maesyal.

Ia mengatakan, tingginya harga lahan menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan sekolah di kawasan perkotaan. Karena itu, Pemkab Tangerang menginventarisasi aset daerah yang dinilai kurang produktif untuk dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas pendidikan.

“Sebab itu kami siap terus membantu dan memfasilitasi ketersediaan lahan. Harga lahan saat ini sangat tinggi, maka Pemkab Tangerang menginventarisasi lahan-lahan Pemkab yang kurang produktif untuk kita serahkan agar dibangunkan sekolah,” katanya.

Maesyal menambahkan, setelah penyediaan lahan untuk pembangunan sekolah di Cisauk dan Pasar Kemis, Pemkab Tangerang juga menyiapkan dukungan serupa di sejumlah wilayah lain. “Setelah Cisauk dan Pasar Kemis, kami siap berikan lagi di Sindang Jaya dan Teluknaga,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur pendidikan, Maesyal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat memperoleh pendidikan yang terjangkau.

Menurutnya, program pendidikan gratis yang dijalankan Pemprov Banten untuk jenjang SMA dan SMK telah memberikan manfaat bagi sekitar 24.000 siswa di Kabupaten Tangerang.

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi dukungan Pemkab Tangerang dalam menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah negeri. Menurutnya, ketersediaan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan sarana pendidikan, terutama di kawasan perkotaan.

Andra menjelaskan, sejak pengelolaan SMA dan SMK beralih menjadi kewenangan pemerintah provinsi pada 2016-2017, persoalan lahan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi dalam memenuhi kebutuhan sekolah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati Tangerang. Pemkab Tangerang sangat responsif menyerahkan lahan-lahan daerah yang kurang produktif untuk kami bangunkan sekolahnya,” ujar Andra.

Ia menilai pola kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dapat mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Contoh nyata adalah SMAN 33 Kabupaten Tangerang ini. Pola kolaborasi seperti ini sangat efektif sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang,” katanya.(Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *