Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

SDN Panunggangan 10 Perkuat Pencegahan Perundungan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

SD Negeri Panunggangan 10, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying melalui sinergi antara guru, siswa, dan orang tua.

Sekolah yang berada di Jalan HR Rasuna Said tersebut berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Upaya pencegahan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun sosial.

Kepala SD Negeri Panunggangan 10, Dini Wahyuni, mengatakan pihak sekolah secara konsisten membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah. Menurutnya, langkah preventif perlu dilakukan sejak dini agar potensi perundungan dapat dicegah.

Hingga saat ini, kata Dini, lingkungan sekolah masih berlangsung kondusif dan tidak ditemukan kasus perundungan.

“Adik kelas harus menghormati kakak kelasnya, begitu juga kakak kelas harus menyayangi dan menjadi pengayom bagi adik-adiknya. Kami terus berupaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik agar mereka betah,” ujar Dini saat ditemui, Senin (31/8/2026).

Salah satu upaya yang dilakukan sekolah adalah menyisipkan pesan-pesan moral dalam apel pagi setiap Senin. Melalui kegiatan tersebut, siswa terus diingatkan untuk menghargai teman, menjaga sikap, dan membangun hubungan yang positif dengan sesama.

Sub: Libatkan Guru, Siswa dan Orang Tua

Selain melalui kegiatan internal, SDN Panunggangan 10 juga menggandeng sejumlah instansi terkait untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan.

Dini mengatakan, pihak sekolah bekerja sama dengan kepolisian dan DP3AP2KB untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai berbagai bentuk perundungan sekaligus pentingnya membangun empati terhadap sesama.

Edukasi tersebut diharapkan dapat membuat siswa memahami bahwa perundungan bukan hanya berupa tindakan kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui perkataan maupun tindakan sosial yang dapat menyakiti orang lain.

Sekolah juga berupaya mengarahkan energi peserta didik ke berbagai aktivitas positif. Salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus membangun kekompakan.

“Melalui ekstrakurikuler dapat menjadikan anak-anak akrab dan kompak. Seperti kegiatan kepramukaan itu kan salah satunya membuat anak-anak kompak,” katanya.

Selain kegiatan ekstrakurikuler, sekolah juga memberikan ruang bagi pembinaan keagamaan serta terus mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif. Setiap siswa diharapkan dapat merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Dini menilai pencegahan perundungan tidak dapat hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Peran orang tua di rumah juga diperlukan, terutama dalam mengawasi aktivitas anak dan penggunaan gawai.  (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *