Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Disdik Kota Tangerang Gelar Porseni Jenjang SMP

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG  | tangerangraya,co

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang, Banten, menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) jenjang SMP sebagai wadah pencarian sekaligus pengembangan talenta siswa di bidang seni.

Kepala Disdik Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, Porseni menjadi salah satu sarana untuk menemukan siswa yang memiliki potensi dan bakat di bidang tertentu. Potensi tersebut selanjutnya dapat dikembangkan melalui pembinaan secara berkelanjutan.

“Ini adalah ajang untuk pencarian minat bakat, artinya untuk mencari talenta yang terbaik dari anak-anak. Di mana talenta ini menjadi kunci dari keberhasilan untuk kita mengelola sumber daya kita,” kata Wahyudi di SMP Negeri 6 Kota Tangerang, Senin.

Porseni jenjang SMP tersebut berlangsung selama satu hari dengan menghadirkan tiga mata lomba seni, yakni melukis, pantun battle, dan vokal grup.

Melalui berbagai perlombaan tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan potensi yang mereka miliki.

Wahyudi mengatakan setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing. Karena itu, proses pengembangan kemampuan siswa perlu disesuaikan dengan minat dan bakat yang dimiliki.

“Setiap manusia itu punya sebuah kelebihan yang bisa kita refleksikan sesuai dengan minat dan bakat. Jadi artinya bahwa mau dan mampu itu ada pada sebuah titik keseimbangan,” ujarnya.

Menurutnya, Porseni tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi dan pencapaian prestasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.

Melalui kegiatan bersama, siswa dapat belajar mengenai kerja sama, kekompakan, sportivitas, dan membangun rasa persaudaraan dengan peserta lainnya.

“Tidak cuma sehat, pintar, tapi juga berkarakter. Saya rasa itu yang menjadi wadah dari Porseni ini, sebagai wadah untuk bisa mengembangkan bakat dari anak-anak dan membentuk karakter anak-anak sehingga bisa belajar tentang arti dari kerja sama, arti dari sebuah kekompakan, dan arti dari sebuah persaudaraan,” kata Wahyudi. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *