TANGERANG SELATAN | tangerangraya.co
Pengeras suara atau toa Masjid Al Falaah di Komplek Alvita, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi sasaran tembakan berulang kali. Aksi tersebut dilaporkan kerap terjadi saat waktu salat hingga menyebabkan sejumlah bagian pengeras suara berlubang.
Peristiwa yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan itu menjadi perhatian warga setelah kondisi toa masjid diketahui rusak. Kepolisian Sektor (Polsek) Ciputat Timur telah mengantongi identitas terduga pelaku dan tengah mendalami kasus tersebut.
Imam sekaligus pengurus Masjid Al Falaah, Azis, mengatakan dugaan penembakan pertama kali diketahui setelah seorang warga yang tinggal di rumah bertingkat di depan masjid mendengar suara letusan berulang kali.
Warga semula mengira suara tersebut berasal dari petasan atau bunyi lain di sekitar lingkungan. Namun, setelah diperiksa, ditemukan sejumlah lubang pada perangkat pengeras suara masjid.
Menurut Azis, suara letusan kerap terdengar bertepatan dengan waktu salat fardu. Bahkan, bunyi tersebut disebut muncul secara berulang dengan jeda selama pelaksanaan salat.
“Nembaknya itu enggak beruntun, tapi berjarak, ada jeda-jedanya gitu. Pas lagi salat, rakaat pertama nembak lagi, rakaat kedua ada lagi, sampai rakaat keempat,” ungkap Azis.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku dan berencana meminta keterangan yang bersangkutan.
“Insyaallah dalam waktu dekat, saksi kita panggil nih orangnya,” kata Bambang, Rabu (4/11/2026).
Berdasarkan penelusuran awal, polisi menduga peristiwa tersebut dipicu rasa terganggu terduga pelaku terhadap volume suara pengeras masjid. Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu didalami melalui proses penyelidikan.
Untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik antarwarga, kepolisian bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), RT/RW, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) telah menggelar musyawarah.
Dalam pertemuan tersebut, pengelola dan yayasan masjid juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kendala teknis dalam pengaturan volume pengeras suara.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan beribadah warga, perangkat toa yang rusak kemudian diganti dengan bantuan Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar. Bantuan tersebut diserahkan pada Selasa malam (3/11/2026).
Gugun mengatakan kehadirannya merupakan bentuk perhatian Kementerian Agama terhadap masyarakat sekaligus upaya memastikan aktivitas ibadah dapat kembali berjalan dengan nyaman.
“Kehadiran kami di sini adalah penegasan bahwa negara selalu hadir untuk menjaga umat. Setiap warga berhak beribadah dengan aman, tenang, dan bermartabat tanpa pandang bulu,” kata Gugun, Rabu (4/11/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh peristiwa tersebut. Warga diminta menjaga persatuan, menghindari prasangka, serta tidak saling menuduh sebelum ada hasil penyelidikan resmi.
Gugun menegaskan, penanganan kasus harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap persoalan diselesaikan melalui jalan yang benar, dengan kepala dingin, tanpa mengorbankan persaudaraan dan persatuan,” ujarnya.
Menurut Gugun, Kementerian Agama hadir untuk menjaga kerukunan dan mempererat persaudaraan antarwarga, bukan mempertajam perbedaan.
Sementara itu, kepolisian masih melanjutkan penanganan kasus tersebut. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada pihak berwenang agar situasi di lingkungan sekitar masjid tetap kondusif. (Hab)