Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

SMPN 1 Kota Tangerang Perkuat Budaya Peduli Lingkungan melalui Kebiasaan Siswa

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

SMP Negeri 1 Kota Tangerang terus menanamkan budaya peduli lingkungan kepada peserta didik melalui berbagai kebiasaan sederhana yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.

Mulai dari membawa tumbler dan lunch box, mengurangi penggunaan plastik, hingga terlibat langsung dalam perawatan tanaman menjadi bagian dari upaya sekolah membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa.

Kepala SMPN 1 Tangerang, Emma Suahinah, mengatakan pembiasaan tersebut dilakukan untuk mengurangi produksi sampah sekaligus membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Emma, setiap siswa diwajibkan membawa botol minum atau tumbler serta tempat makan dari rumah. Kebijakan tersebut terus disosialisasikan agar perlahan menjadi kebiasaan.

“Kalau kita terus menginformasikan kepada mereka untuk membawa tumbler dan lunch box, lama-lama menjadi kebiasaan. Dari situ pengurangan sampah bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” ujar Emma.

Upaya menjaga lingkungan juga dilakukan melalui kerja sama antara sekolah dan pengelola kantin. Penggunaan plastik sebagai wadah makanan maupun minuman terus dikurangi untuk menekan volume sampah.

Selain itu, siswa dilibatkan secara langsung dalam menjaga lingkungan hijau sekolah. Mereka memiliki jadwal untuk menyiram tanaman dan merawat berbagai area hijau yang telah ditentukan.

Menurut Emma, keterlibatan siswa menjadi salah satu bagian penting dalam mempertahankan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Setiap siswa memiliki tanggung jawab sesuai dengan pos atau area yang telah ditentukan. Dengan pembagian tugas tersebut, kegiatan perawatan lingkungan dapat dilakukan secara rutin.

“Semua kriteria yang dibutuhkan kita miliki dan terus dilakukan maintenance. Ada tim dan jadwalnya, sehingga masing-masing bertanggung jawab terhadap posnya,” jelas Emma.

Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah green house. Siswa secara bergiliran menjalankan piket untuk merawat tanaman yang berada di dalam area tersebut.

Selain berfungsi sebagai ruang penghijauan, keberadaan green house juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal dan merawat tanaman.

“Sekolah juga memiliki tanaman herbal yang menjadi bagian dari edukasi sekaligus penghijauan lingkungan,” ujarnya. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *