Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sekda: Pemuda Jangan Cuma Jadi Penonton Perubahan!

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah kemajuan daerah. Karena itu, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan, tetapi harus tampil sebagai penggerak melalui gagasan, kreativitas, inovasi, dan aksi nyata.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, H. Herman Suwarman, saat menutup gelaran Muda-Mudi Fest Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tingkat Kota Tangerang, di Alun-Alun Kota Tangerang, Minggu malam (1/11/2026).

Menurut Herman, semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 harus terus dihidupkan dan diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata sesuai dengan tantangan zaman. Persatuan, kata dia, menjadi modal penting bagi generasi muda untuk bersama-sama membangun bangsa dan daerah.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa persatuan merupakan kekuatan besar dalam membangun bangsa. Semangat yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus terus kita lanjutkan, tentu dengan cara dan kontribusi yang relevan dengan tantangan zaman saat ini,” tutur Herman.

Ia menegaskan, sejalan dengan tema Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia, patriotisme generasi muda harus tercermin melalui kecintaan terhadap daerah, kegigihan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Saya mengajak seluruh pemuda Kota Tangerang untuk terus menghadirkan gagasan, menciptakan inovasi, mengembangkan kewirausahaan, aktif dalam kegiatan sosial, serta memberikan kontribusi nyata sesuai dengan potensi masing-masing,” ajaknya.

Herman juga menyoroti pentingnya membangun solidaritas dan kolaborasi antarkomunitas maupun organisasi kepemudaan. Menurutnya, perbedaan latar belakang dan organisasi seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan justru menjadi sekat yang menghambat gerakan bersama.

“Sebab, kekuatan pemuda bukan terletak pada seberapa besar organisasinya, tetapi pada seberapa besar peran dan manfaat yang dapat diberikan bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Herman berharap Muda-Mudi Fest tidak berhenti sebagai agenda seremonial maupun ruang ekspresi kreativitas semata. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi titik awal lahirnya gerakan kepemudaan yang lebih produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

“Mari jadikan Muda-Mudi Fest sebagai awal untuk melahirkan lebih banyak karya, gerakan, dan kolaborasi yang berkelanjutan demi kemajuan Kota Tangerang,” pungkas Herman. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *