Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sachrudin Ajak JPPPM Cetak Generasi Berakhlak

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | Tangerangraya.co

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengajak Jami’iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubaligoh (JPPPM) terus membawa ilmu, nilai keagamaan, dan manfaat pesantren ke tengah masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan.

Hal tersebut disampaikan Sachrudin saat menghadiri Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diinisiasi JPPPM Kota Tangerang di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Hj. Masturoh Sachrudin selaku Pembina JPPPM Kota Tangerang dan ratusan anggota JPPPM se-Provinsi Banten.

Menurut Sachrudin, JPPPM memiliki peran strategis sebagai wadah perempuan pengasuh pesantren dan mubaligoh yang dekat dengan pendidikan serta pembinaan generasi muda. Karena itu, nilai ilmu dan kebaikan yang tumbuh di pesantren diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi keluarga dan masyarakat.

“Para pengasuh pesantren dan mubaligoh tidak hanya mendidik di lingkungan pondok, tetapi juga menjadi sumber ilmu dan keteladanan bagi masyarakat. Mari kita bawa ilmu dan nilai-nilai kebaikan dari pesantren agar manfaatnya semakin luas,” ujar Sachrudin.

Ia menilai peran pengasuh pesantren dan mubaligoh semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Generasi muda memiliki akses informasi yang luas sehingga membutuhkan pendampingan agar mampu menyaring informasi dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.

“Informasi begitu mudah didapatkan, tetapi tidak semuanya memberikan tuntunan yang baik. Di sinilah peran pengasuh pesantren, mubaligoh, ulama, dan orang tua untuk tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak dan memberikan keteladanan,” katanya.

Sachrudin juga mengapresiasi JPPPM sebagai ruang silaturahmi dan majelis ilmu bagi para perempuan pengasuh pesantren. Ia berharap forum tersebut terus menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan gagasan dalam mengembangkan pendidikan serta dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Terus hidupkan majelis ilmu dan saling berbagi. Jadikan JPPPM sebagai wadah yang membawa manfaat, sehingga ilmu dari pesantren terus tumbuh dan dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pesantren, ulama, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat terus terjalin untuk membangun generasi yang cerdas, adaptif, serta tetap kokoh pada nilai-nilai keagamaan.

“Mari kita jadikan ilmu, keteladanan, dan kepedulian sebagai bekal membangun generasi. Dengan kolaborasi yang terus terjaga, insya Allah anak-anak kita tumbuh cerdas sekaligus berakhlak,” tutup Sachrudin.

Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada 50 anak yatim dan piatu di Kota Tangerang. (wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *