Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng, Fokus Pemadaman dan Pencegahan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

KALTENG | tangerangraya.co

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan operasi pemadaman sekaligus peningkatan langkah pencegahan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo telah menerima laporan mengenai perkembangan karhutla serta kebutuhan penanganan di lapangan. Laporan tersebut diterima saat Presiden memimpin rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).

“Dalam rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalteng, Palangka Raya, Presiden menerima laporan kebutuhan di lapangan dan memastikan dukungan pemerintah terus diperkuat,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Penguatan operasi pemadaman akan dilakukan dengan menambah empat unit helikopter water bombing pada Minggu (23/8/2026). Kehadiran armada tambahan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan titik api, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain dukungan udara, pemerintah juga menyiapkan kendaraan pemadam serta berbagai peralatan pendukung untuk memastikan kebutuhan air selama proses pemadaman dapat terpenuhi.

“Empat helikopter water bombing akan ditambahkan besok untuk memperkuat operasi pemadaman,” kata Teddy.

Ia menambahkan, pemerintah terus memenuhi kebutuhan pompa, pipa air, hingga mesin bor air. Peralatan tersebut dipersiapkan untuk memperkuat suplai air sehingga proses pemadaman di lapangan dapat berjalan secara optimal.

“Mobil pemadam disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan. Penyediaan pompa, pipa-pipa air, dan mesin bor air terus dipenuhi untuk memperkuat suplai air bagi operasi pemadaman,” lanjutnya.

Menurut Teddy, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang sudah muncul. Pemerintah juga memperkuat upaya mitigasi dan pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran meluas serta mengantisipasi terbentuknya titik api baru.

Kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla terus ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan agar potensi kebakaran dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.

Sementara itu, data Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla di Kalimantan Tengah mencapai 7.634,46 hektare sepanjang 1 Januari hingga 1 Agustus 2026. Angka tersebut disebut lebih rendah dibandingkan luasan karhutla pada sejumlah tahun sebelumnya.

Teddy mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari penguatan kesiapsiagaan dan mitigasi yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi potensi karhutla.

“Angka ini lebih rendah dibandingkan luas karhutla pada sejumlah tahun sebelumnya berkat kesiapsiagaan yang terus diperkuat,” ungkapnya.

Presiden Prabowo pun optimistis penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dapat segera dikendalikan. Pemerintah memastikan dukungan terhadap operasi di lapangan akan terus diperkuat hingga kondisi kembali terkendali.

Di samping langkah pemadaman dan pencegahan, pemerintah juga menegaskan pentingnya penegakan hukum. Pihak yang terbukti secara sengaja melakukan pembakaran akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Presiden optimistis karhutla dapat segera dikendalikan. Pemerintah akan terus memperkuat penanganan di lapangan sekaligus menindak sesuai hukum apabila ditemukan pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran,” tutur Teddy.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *