Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkot Tangerang Dorong Anak Konsumsi Pangan Sehat

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendorong kebiasaan konsumsi pangan sehat dan bergizi sejak usia dini melalui Festival Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Kegiatan yang melibatkan 23 komite sekolah tingkat SD dan SMP ini menjadi upaya membangun kesadaran anak dan keluarga untuk memilih makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi.

Festival yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (27/10/2026), juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kegiatan ini, Pemkot Tangerang ingin memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui kebiasaan makan yang lebih sehat.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, pemenuhan gizi seimbang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, kesehatan, dan kemampuan anak dalam mengikuti proses pembelajaran.

“Program B2SA ini adalah langkah Pemkot Tangerang dalam memikirkan masa depan generasi penerus. Kita ingin masyarakat menyajikan makanan bukan hanya sekadar kenyang, tetapi juga bergizi dan seimbang agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia,” ujar Sachrudin.

Selain mendorong pola makan sehat, Festival Pangan B2SA juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama. Diversifikasi pangan dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan produksi beras lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun mengungkapkan, luas lahan sawah produktif di wilayahnya kini tersisa sekitar 88 hektare, dengan produksi kurang lebih 700 ton beras per tahun. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan beras masyarakat Kota Tangerang.

“Konsumsi beras kita masih cukup tinggi yaitu sekitar 72 kilogram per kapita per tahun, sementara umbi-umbian seperti ubi jalar baru sekitar 3,19 kilogram per orang per tahun. Padahal, sumber karbohidrat sangat beragam, mulai dari umbi-umbian, pisang, hingga sukun yang dapat tumbuh subur di pekarangan rumah di Kota Tangerang,” jelas Muhdorun.

Untuk memperkuat ketahanan pertanian lokal di tengah tantangan musim kemarau panjang, DKP Kota Tangerang juga menyalurkan bantuan pompa air kepada kelompok tani (poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Upaya tersebut diharapkan membantu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendorong pengembangan komoditas pangan alternatif.

Salah satu hasilnya adalah budidaya melon lokal yang mulai dikembangkan oleh KWT di Kota Tangerang. Pengembangan komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi pertanian lokal.

Edukasi pangan sehat juga diperkuat melalui pembentukan Kader Anak Sehat (KAS). Para pelajar yang terpilih mendapat pembekalan agar mampu menjadi penggerak bagi teman sebaya dalam memilih jajanan yang aman dan menghindari pangan yang mengandung bahan berbahaya, seperti pewarna tekstil.

Menurut Muhdorun, keterlibatan siswa menjadi penting agar kesadaran memilih makanan sehat tidak hanya tumbuh di lingkungan keluarga, tetapi juga terbentuk dalam keseharian di sekolah.

Festival Pangan B2SA turut dimeriahkan dengan lomba pengolahan pangan lokal yang melibatkan orang tua dan komite sekolah. Sementara itu, para siswa mengikuti lomba pembuatan poster bertema B2SA dan gerakan Stop Boros Pangan.

Para pemenang memperoleh uang pembinaan dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mengampanyekan konsumsi pangan sehat serta upaya mengurangi pemborosan makanan. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *