Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemkot Tangerang Kembangkan 76 KWT, Perkuat Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong pemberdayaan perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan 76 Kelompok Wanita Tani (KWT). Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas pangan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di wilayah perkotaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan pengembangan KWT merupakan bagian dari pembangunan responsif gender yang memberikan kesempatan bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian.

“Melalui kelompok ini, perempuan memperoleh ruang untuk terlibat aktif dalam kegiatan pertanian, mulai dari pemanfaatan lahan, budi daya tanaman, hingga pengembangan potensi pangan di lingkungan tempat tinggal,” ungkap Muhdorun, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, keberadaan KWT juga menjadi solusi dalam mengoptimalkan lahan di tengah keterbatasan ruang perkotaan. Masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan bersama untuk membudidayakan berbagai komoditas pangan dan hortikultura.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, kegiatan KWT juga berpotensi meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga. Hasil budi daya dapat dikonsumsi sendiri maupun dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang memiliki nilai tambah.

“Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan KWT turut mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga. Hasil budi daya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah,” jelasnya.

Muhdorun menambahkan, pengembangan KWT tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga membuka kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan, memperluas jejaring, dan berkontribusi dalam pembangunan lingkungan.

“Keterlibatan kelompok perempuan di tingkat lingkungan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan,” pungkasnya.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *