Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Maryono: Bullying Tak Pancasilais!

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pancasila tidak cukup sekadar dihafalkan. Nilai-nilainya harus hadir dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dengan menghargai sesama, menolak segala bentuk perundungan, serta menciptakan lingkungan yang membuat setiap anak merasa aman dan diterima.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono saat membuka Sosialisasi Kader Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kota Tangerang di Aula SMAN 7 Kota Tangerang, Cikokol, Sabtu (03/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Maryono secara khusus menyoroti persoalan perundungan di kalangan pelajar. Hal tersebut disampaikannya setelah berdialog dengan seorang pelajar afirmasi asal Papua di sela-sela sambutannya.

“Bila ada yang mem-bully kalian, berarti pelaku itu tidak ber-Pancasila. Itu salah dan patut mendapat sanksi. Jangan ada perundungan di sini. Enggak keren, norak! Kalau ada yang membuli, laporkan. Jangan takut. Mari hidup sesuai nilai-nilai Pancasila sejak dini,” tegas Maryono.

Menurut Maryono, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dari cara para pelajar memperlakukan orang lain. Perbedaan, kata dia, bukan alasan untuk merendahkan seseorang, melainkan bagian dari kehidupan bersama yang harus dihormati.

Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik untuk belajar, berkembang dan mengejar prestasi tanpa dihantui rasa takut akibat perundungan.

Di hadapan siswa kelas X dan XI yang mengikuti kegiatan tersebut, Maryono juga menegaskan bahwa menjadi Duta Pancasila tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Karakter dan integritas menjadi modal utama yang harus melekat pada setiap kader.

“Mereka yang berkarakter dan berintegritas, walaupun kemampuan akademisnya masih kurang, akan lebih saya terima. Sebaliknya, meski akademisnya tinggi, tetapi karakter dan integritasnya rendah, bagi saya nol. Karena pintar itu bisa dipelajari, tetapi karakter dan integritas harus tumbuh dari diri sendiri,” ujarnya.

Maryono berharap para Kader Duta Pancasila mampu membawa nilai-nilai kebangsaan dari ruang pembelajaran ke kehidupan nyata. Mulai dari menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan hingga berani mengambil sikap ketika menyaksikan ketidakadilan.

Menurutnya, Duta Pancasila memiliki posisi strategis sebagai teladan sekaligus penggerak nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Kehadiran mereka diharapkan mampu membangun lingkungan pergaulan yang saling menghargai, memperkuat persatuan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Menutup sambutannya, Maryono mengajak seluruh pelajar Kota Tangerang, khususnya para Kader Duta Pancasila, untuk tidak berhenti pada pemahaman Pancasila, tetapi mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, nilai kebangsaan tidak hanya tercermin dari apa yang diucapkan, tetapi juga dari cara seseorang memperlakukan orang lain.

Dengan karakter kuat, integritas, semangat persatuan dan kepedulian terhadap sesama, generasi muda Kota Tangerang diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang berprestasi sekaligus mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. (dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *