Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Lapak Barang Bekas di Tangerang Mulai Diawasi Ketat

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat pengawasan terhadap aktivitas lapak barang bekas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai upaya mencegah pencemaran dan menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, pengawasan dilakukan dengan menerjunkan petugas untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha lapak barang bekas.

“Kami kemarin telah mengunjungi sejumlah lapak barang bekas untuk melakukan pendataan langsung sekaligus memberikan sosialisasi agar aktivitas yang sudah berjalan di sana tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujar Yudi, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, sosialisasi menjadi bagian dari upaya penertiban untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar menjalankan aktivitas sesuai prosedur dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.

“Sejumlah aspek menjadi perhatian bersama mulai dari legalitas lapak, kapasitas lapak, keselamatan lapak, hingga kondisi pengelolaan lingkungan agar tidak terjadi aktivitas yang merugikan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan melaporkan aktivitas yang dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran.

“Kami juga memanfaatkan kunjungan kemarin untuk membangun komunikasi dua arah dengan harapan berbagai persoalan lingkungan di lapangan dapat diketahui lebih awal serta dicarikan solusinya,” pungkasnya. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *