Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

KNMP Jadi Harapan Baru Nelayan Pandeglang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | tangerangraya.co

Pembangunan 15 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Banten menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan. Program tersebut diarahkan untuk mendorong modernisasi kawasan nelayan, meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, sekaligus mendukung stabilitas harga hasil tangkapan.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Damarjati, Rimo (40), mengatakan kehadiran KNMP di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, membawa perubahan pada penataan tempat pelelangan ikan. Menurutnya, kawasan tersebut kini lebih tertata dan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung.

Fasilitas itu antara lain ruang pendingin atau cold storage, pabrik es, bengkel kapal, stasiun pengisian BBM, hingga kios yang menyediakan berbagai kebutuhan perbekalan nelayan.

“Mudah-mudahan ke depan KNMP ini bisa semakin memberikan manfaat bagi para nelayan,” kata Rimo usai acara Serah Terima Bantuan Pemerintah Tahun 2026 dan Peluncuran Siap Hilirisasi Perikanan di KNMP Cikiruhwetan, Pandeglang, Selasa (29/9/2026).

Rimo mengungkapkan, sebelum adanya intervensi pemerintah melalui program KNMP, harga hasil tangkapan nelayan kerap ditentukan oleh tengkulak. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat harga ikan dapat turun ketika hasil tangkapan melimpah, sementara pada musim paceklik harga yang diterima nelayan belum tentu sebanding.

“Dulu pendapatan kami stagnan. Namun, dengan pengelolaan yang baik seperti saat ini, harga menjadi lebih stabil dan tentu menguntungkan nelayan,” tambahnya.

Perubahan serupa juga dirasakan pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasaran Ikan (Poklahsar) Nursipa Jaya asal Kecamatan Panimbang, Sukma Wijaya (43), mengatakan bantuan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir turut mendukung kegiatan usaha kelompoknya.

“Tahun lalu kami mendapat bantuan renovasi tempat pengolahan, dan tahun ini kami mendapatkan bantuan mesin pembeku (chest freezer),” ujar Sukma.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program yang disebutnya memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan di Banten.

KNMP Cikiruhwetan merupakan satu dari 15 KNMP yang dibangun di Provinsi Banten pada 2026 berdasarkan usulan pemerintah kabupaten dan kota, di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Andra Soni menyebut Banten memiliki 133 kampung nelayan yang tersebar di 33 kecamatan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi alasan pemerintah daerah untuk terus mendorong pengajuan berbagai program pemerintah pusat yang berkaitan dengan pengembangan kawasan nelayan.

“Saya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar mengusulkan sebanyak-banyaknya kepada pemerintah pusat. Target Presiden hingga tahun 2029 adalah membentuk dan mengoperasikan 5.000 KNMP secara nasional,” jelas Andra Soni.

Menurut Andra Soni, kemampuan para nelayan Banten dalam melaut sudah cukup mumpuni. Karena itu, modernisasi fasilitas dinilai diperlukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil perikanan.

“Misalnya keberadaan pabrik es di KNMP. Fasilitas ini sangat memudahkan nelayan menjaga kesegaran ikan hingga ke tangan pembeli, sehingga nilai jualnya tetap tinggi dan terhindar dari risiko pembusukan,” pungkasnya. (ian/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *