TANGERANG | tangerangraya.co
Prestasi membanggakan ditorehkan dua siswa kembar MAN 2 Kota Tangerang, Muhammad Rafhi Abdul Rahim dan Muhammad Rafha Abdul Rahman. Keduanya berhasil meraih penghargaan dalam lomba pidato dan puisi pada puncak rangkaian peringatan Hari Santri di Jakarta.
Kompetisi tingkat Jabodetabek tersebut diselenggarakan Indonesia Book Fair bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia di MAN 12 Jakarta Barat. Ajang ini diikuti puluhan peserta dari berbagai Madrasah Aliyah (MA) dan pondok pesantren di wilayah Jabodetabek.
Muhammad Rafhi Abdul Rahim, siswa kelas XI IPA 2, berhasil meraih Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, ia mengangkat tema pemberantasan korupsi yang disampaikan secara kritis melalui kemampuan berbicara di depan publik.
“Sebenarnya temanya tidak boleh mengkritik pemerintah, tapi akhirnya saya bisa membawa tema tentang pemberantasan korupsi. Dan Alhamdulillah malah dapat juara 1,” ucap Rafhi saat ditemui, Rabu (4/11/2026).
Ia mengaku bangga dapat bersaing dengan peserta dari berbagai madrasah dan pondok pesantren yang memiliki kemampuan berpidato.
“Saya senang banget bisa bersaing dengan peserta dari berbagai Madrasah Aliyah se-Jabodetabek dan pondok pesantren,” sambungnya.
Prestasi tersebut bukan kali pertama diraih Rafhi. Kemampuannya dalam berbicara di depan publik telah terasah melalui berbagai pengalaman dan kegiatan. Remaja yang pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Azhar Ummusyuroh, Cipondoh, selama empat tahun itu sebelumnya juga meraih Juara 1 Musabaqah Syarhil Quran dalam ajang Al-Quran Festival di Institut PTIQ Jakarta.
Ke depan, Rafhi bertekad terus mengembangkan kemampuannya dan mengikuti kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi. Salah satu targetnya adalah mempersiapkan diri untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.
Sementara itu, saudara kembarnya, Muhammad Rafha Abdul Rahman, juga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 3 Lomba Puisi. Dalam kompetisi yang diikuti sekitar 25 peserta tersebut, Rafha membawakan puisi karya sastrawan WS Rendra berjudul Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang.
Rafha mengaku sempat kurang percaya diri ketika melihat penampilan peserta dari sekolah lain. Namun, keyakinan dan latihan yang dilakukan akhirnya membantunya tampil maksimal hingga berhasil meraih penghargaan.
“Pada awalnya saya pesimis melihat sekolah-sekolah lain keren-keren semua. Tapi saya akhirnya optimis pasti bisa, dan alhamdulillah dikasih rezeki juara 3,” tutur Rafha.
Bakat Rafha dalam seni membaca puisi telah berkembang sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI). Ketertarikannya tersebut terus diasah hingga berhasil meraih sejumlah prestasi, termasuk Juara 3 lomba puisi tingkat Jabodetabek di SMK Prudent School, Cipondoh, ketika masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Keberhasilan kedua siswa kembar tersebut tidak terlepas dari dukungan MAN 2 Kota Tangerang, mulai dari pendampingan guru pembimbing hingga pemberian izin dispensasi untuk mengikuti kompetisi.
Pengalaman menempuh pendidikan di pondok pesantren selama empat tahun serta pembinaan minat dan bakat di madrasah turut membentuk kedisiplinan, mental kompetitif, dan kepercayaan diri keduanya.
Rafhi dan Rafha berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri. Mereka juga ingin menginspirasi pelajar madrasah lainnya agar berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi. (Hab)