Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dimyati Dukung BAZNAS Kelola Dam Jemaah Haji

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | Tangerangraya.co

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendukung langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten dalam mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).

Hal tersebut disampaikan Dimyati dalam acara sosialisasi dan sinergi bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Provinsi Banten di Masjid Al-Firdaus, Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (2/9/2026).

Dimyati secara khusus menyoroti peran BAZNAS dalam memfasilitasi dan menyalurkan pembayaran denda (dam) bagi jemaah haji.

“Terkait dengan denda (dam) dalam ibadah haji dan umrah, saya mendukung BAZNAS Provinsi Banten untuk memfasilitasi pembayaran dan penyalurannya langsung dari Tanah Air. Hal ini penting supaya distribusinya benar, merata, dan tepat sasaran,” ujar Dimyati.

Pada kesempatan tersebut, Dimyati mengusulkan agar digelar rapat akbar antara BAZNAS Provinsi Banten dan seluruh pengurus KBIHU. Agenda tersebut diharapkan dapat menjadi ruang sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran berzakat kepada para jemaah.

Lebih lanjut, ia mendorong para jemaah haji dan umrah untuk turut menyalurkan bantuan sosial, salah satunya melalui program beasiswa. Menurutnya, jemaah haji merupakan kelompok masyarakat yang potensial untuk menjadi muzaki dan berkontribusi membantu sektor pendidikan.

“Jadi, tidak hanya pemerintah, para muzaki juga bisa berkontribusi. Rata-rata, para jemaah haji dan umrah itu memiliki kemampuan finansial yang baik. Bahkan, ada yang bisa melaksanakan ibadah umrah hingga empat sampai lima kali dalam setahun,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyudin mengatakan, pihaknya terpanggil untuk menjalin kerja sama dengan penyelenggara KBIHU. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai terobosan untuk meningkatkan kesadaran jemaah dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

“Selain bernilai ibadah, para jemaah ini juga menjadi sasaran potensial untuk mengeluarkan zakat. Supaya penyalurannya tidak salah sasaran, maka BAZNAS hadir untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan KBIHU,” tutur Wawan. (dam/hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *