Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Disclaimers
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Limitation on Liability
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Copyright Policy
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
General
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.
Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat pemerintah daerah di wilayah Tangerang Raya meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat menggunakan masker serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Di Kabupaten Tangerang, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Ia mengatakan, sebaran abu vulkanik GAK telah mencapai sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.
Imbauan tersebut disampaikan Maesyal Rasyid, Minggu (6/9/2026).
“Ya, memang betul. Jadi abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Buktinya tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata itu banyak debu-debu yang ada di atas genteng, di atas kap mobil dan juga ada beberapa tempat yang memang banyak debunya itu dari Krakatau,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik yang terbawa ke wilayah Kabupaten Tangerang.
“Oleh karenanya, pada momentum hari ini, kami atas nama pemerintah daerah mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang supaya lebih hati-hati lagi. Dan kalau beraktivitas ke mana-mana menggunakan masker untuk menghindari menghirup abu vulkanik tersebut,” katanya.
Maesyal juga mengajak masyarakat berdoa agar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Yang jelas, setiap hari sekarang kita harus menggunakan masker sementara ini saat aktivitas di luar. Kita ingin semuanya sehat, semuanya sukses, dan panjang umur,” tuturnya.
Pemkab Tangerang juga mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah antisipasi dengan membagikan masker gratis di sejumlah titik. Salah satunya dilakukan di Jalan Veteran, kawasan Tugu Adipura, Senin (7/9/2026).
Petugas gabungan membagikan masker kepada pengendara roda dua, roda empat, serta pejalan kaki yang melintas. Wali Kota Tangerang Sachrudin turut turun ke lapangan bersama jajaran lintas instansi untuk memastikan pendistribusian masker berjalan.
“Bersama dinas terkait dari BPBD, Dinas Kesehatan, Sekda serta PMI, kita bagi-bagikan masker kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Hari ini, pembagian masker salah satunya kita lakukan di Jalan Veteran kawasan Tugu Adipura sebagai langkah antisipasi akibat sebaran abu vulkanik kaitan dengan letusan Gunung Anak Krakatau,” ujar Sachrudin.
Sachrudin meminta masyarakat tetap waspada dan tidak panik. Ia mengingatkan pentingnya penggunaan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik, yang penting kita jaga kesehatan kita. Karena kita khawatirkan dampak abu vulkanik ini, penggunaan masker sangat diperlukan agar kita dapat menghindari penyakit ISPA dan gangguan kesehatan lainnya,” tegasnya.
Di Kota Tangerang Selatan, Wali Kota Benyamin Davnie juga mengajak masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik GAK.
Benyamin meminta masyarakat memperoleh informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber resmi pemerintah.
“Saya memahami bahwa kabar mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tentu menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi kita semua. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada. Kita ikuti perkembangan dan informasi hanya dari sumber resmi pemerintah,” ujar Benyamin dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Benyamin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum terverifikasi.
Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, melindungi mata dari paparan abu vulkanik, serta memperbanyak konsumsi air putih.
“Saya mengajak kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Lindungi juga mata dari paparan abu vulkanik, kemudian juga banyak minum air putih,” jelasnya.
Menurut Benyamin, langkah tersebut penting dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah potensi paparan abu vulkanik.
“Mari kita tetap tenang, saling mengingatkan, dan bersama-sama menjaga keselamatan diri, keluarga, serta lingkungan,” kata Benyamin.
Sebaran abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan apabila terhirup atau mengenai mata dan kulit. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan langkah perlindungan, terutama ketika kondisi udara terlihat berkabut atau berdebu maupun terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar.
Masyarakat juga diminta mengikuti arahan pemerintah dan instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (hmi)