Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

CKG Kota Tangerang Tembus Sejuta Sachrudin Ungkap Jurus Jemput Bola

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Mengetahui kondisi kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk menentukan penanganan secara lebih cepat. Penyakit dapat segera ditindaklanjuti, sementara masyarakat yang sehat dapat memperoleh pemahaman lebih baik untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Hal tersebut menjadi perhatian Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat menghadiri Kunjungan Kerja Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dalam rangka Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), bersama Wakil Gubernur Banten, di RSUP Sitanala, Neglasari, Senin (5/10/2026).

Sachrudin menegaskan, program CKG tidak boleh berhenti pada tahap pemeriksaan. Hasil pemeriksaan harus menjadi pijakan untuk menentukan langkah selanjutnya, baik berupa pengobatan, pemantauan kondisi kesehatan, maupun upaya mempertahankan kesehatan masyarakat.

“Cek Kesehatan Gratis ini bukan sekadar mengetahui, tapi bagaimana kita mengatasinya. Setelah tahu penyakitnya, harus ditindaklanjuti dan diobati. Sedangkan bagi yang sehat, semakin tahu bagaimana menjaganya,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, semakin cepat gangguan kesehatan diketahui, semakin besar peluang untuk dilakukan penanganan sejak awal. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah pendekatan jemput bola. Dengan cara tersebut, masyarakat tidak harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan CKG.

“Jangan sampai masyarakat harus datang jauh-jauh untuk mendapatkan layanan. Kita yang harus lebih dekat kepada masyarakat. Karena itu, upaya jemput bola yang dilakukan jajaran Dinkes penting agar CKG menjangkau lebih banyak warga dan semakin banyak yang memanfaatkannya,” ujar Sachrudin.

Upaya tersebut turut mendorong tingginya partisipasi masyarakat dalam program CKG di Kota Tangerang. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *