Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Cegah Banjir, Sachrudin Kebut Normalisasi Sungai

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Upaya menghadapi ancaman banjir dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang jauh sebelum musim penghujan tiba. Kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika air mulai meluap, tetapi melalui langkah antisipasi untuk memastikan aliran sungai tetap lancar dan kawasan permukiman lebih terlindungi dari risiko genangan.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzeni turun langsung memantau proses normalisasi sungai dan pembangunan turap di sejumlah lokasi, termasuk aliran Sungai Cantiga, RW 13, Kelurahan Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah, Senin (28/09/2026).

Sachrudin mengatakan, mitigasi banjir perlu dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari normalisasi aliran sungai hingga penguatan turap untuk mendukung kesiapan infrastruktur dalam menghadapi peningkatan debit air saat musim hujan.

“Mitigasi kita lakukan sedari dini. Jangan menunggu air meluap baru bergerak. Sungai dan infrastrukturnya kita siapkan agar mampu mengalirkan debit air dengan optimal, sehingga risiko genangan di permukiman dapat kita tekan,” tegas Sachrudin.

Normalisasi sungai dilakukan untuk menjaga kelancaran arus air, sedangkan pembangunan turap bertujuan memperkuat tebing sungai agar lebih kokoh menahan tekanan air. Kedua langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang mengurangi risiko luapan air ke permukiman, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai, normalisasi dan penguatan tebing menjadi upaya yang diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi limpasan ke permukiman saat hujan deras.

Ketua RW 09 Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Iwan Setiono, mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang yang melakukan pembenahan sejak dini.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur wilayah kami sudah dilakukan normalisasi sejak sekarang. Terima kasih kepada Pemkot Tangerang yang sudah bergerak lebih awal. Semoga ke depan aliran air lebih lancar dan tidak lagi melimpas ke permukiman,” ujarnya dihadapan Wali Kota Tangerang usai tinjauannya di kawasan aliran Kali Serua, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug.

Selain pembangunan infrastruktur, kesiapsiagaan menghadapi banjir juga membutuhkan peran masyarakat. Kebersihan lingkungan, kondisi sungai yang terawat serta saluran air yang tidak tersumbat menjadi bagian penting agar aliran air tetap berjalan ketika hujan deras turun.

Karena itu, Sachrudin mengajak masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air.

“Pemerintah terus melakukan normalisasi dan pembangunan turap, tetapi upaya ini harus diikuti kepedulian bersama. Jangan sampai sungai yang sudah kita benahi kembali tersumbat oleh sampah. Mari kita jaga bersama agar aliran air tetap lancar dan kawasan permukiman lebih terlindungi saat hujan deras,” pungkas Sachrudin. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *