Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Banjir Kali Angke Jadi Sorotan, Sachrudin Gandeng Pusat dan Provinsi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Penanganan banjir tidak cukup hanya dilakukan di titik genangan. Pembenahan aliran sungai, mulai dari mengatasi pendangkalan hingga penyempitan, menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditunjukkan Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Gubernur Banten Andra Soni melakukan susur Sungai Angke, Jumat (30/10/2026).

Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk melihat langsung kondisi sungai sekaligus mengidentifikasi sejumlah persoalan yang berpotensi memicu banjir.

Menggunakan perahu karet, rombongan menyusuri aliran Sungai Angke sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer, mulai dari kawasan Perumahan Ciledug Indah 2 hingga Bendung Polor, Cipondoh.

Dalam peninjauan tersebut, sejumlah titik rawan banjir menjadi perhatian, terutama pendangkalan dan penyempitan aliran sungai yang memengaruhi kapasitas tampung air.

Sachrudin mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten yang turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus mendorong penanganan yang lebih terarah melalui sinergi seluruh pihak.

“Terima kasih kepada Menteri PU dan Gubernur Banten beserta jajaran yang telah turun langsung ke Kali Angke. Ini pertama kalinya Pak Menteri melakukan susur sungai. Aliran Kali Angke ini merupakan salah satu kawasan rawan banjir, dengan lebih dari tujuh titik yang perlu mendapat perhatian. Secara teknis tadi juga sudah disampaikan Pak Menteri. Dengan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan, mudah-mudahan persoalan ini bisa kita atasi bersama,” ujar Sachrudin.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengidentifikasi dua persoalan utama yang menjadi prioritas penanganan, yakni pendangkalan sungai yang membutuhkan normalisasi serta penyempitan alur sungai yang perlu diperlebar agar kapasitas sungai kembali optimal.

“Jadi ada dua hal, satu pendangkalan, kita mesti normalisasi. Kemudian penyempitannya mesti diperlebar, menurut saya lumayan parah. Kita sedang kerjakan dan sudah saya instruksikan dua hal itu, supaya sungai ini dikembalikan kepada kapasitas semulanya. Untuk titik paling utama menurut saya di sini (Bendung Polor),” jelas Dody kepada awak media.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, penanganan Sungai Angke membutuhkan kolaborasi lintas wilayah karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Kota Tangerang, tetapi juga Tangerang Selatan hingga Jakarta.

Menurutnya, persoalan satu aliran sungai harus ditangani secara bersama agar upaya pengendalian banjir berjalan lebih efektif.

“Yang paling penting saat ini ialah kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat, karena satu aliran melibatkan dua provinsi. Masalah Sungai Angke ini memengaruhi banjir di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan wilayah Jakarta. Ini perlu penanganan bersama, sehingga permasalahan bisa kita urai dan insya Allah dampak banjir bisa berkurang serta kerugian yang ditanggung masyarakat setiap tahunnya bisa teratasi,” tutur Andra Soni.

Melalui peninjauan tersebut, pemerintah pusat dan daerah diharapkan segera menindaklanjuti berbagai persoalan di sepanjang aliran Sungai Angke melalui langkah konkret dan terintegrasi. Kolaborasi lintas pemerintahan diharapkan dapat mempercepat normalisasi dan pelebaran sungai guna mengoptimalkan aliran air serta mengurangi risiko banjir. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *