Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Aset Wakaf Dibidik Masuk Sistem Terpadu

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong optimalisasi gerakan wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, wakaf tidak hanya menjadi instrumen ekonomi umat, tetapi juga merupakan amal jariah yang pahalanya terus mengalir.

Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2026 yang diselenggarakan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Kemarin.

Wagub Dimyati mengapresiasi perkembangan inovasi pendataan aset wakaf. Ia menyoroti pentingnya sistem terintegrasi agar seluruh aset wakaf dapat terdata secara menyeluruh, tersimpan secara sistematis, dan terjamin keamanannya.

“Alhamdulillah, konferensi global kedua dari BWI ini berjalan dengan baik. Saya menyambut positif inisiatif ini dan telah menyampaikan kepada BWI agar seluruh aset wakaf kita ke depannya bisa terdata secara menyeluruh dan terpusat,” ujarnya, dkutip Wartawan, Rabu (14/10/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya wakaf sebagai bentuk amal kebajikan yang manfaatnya dapat terus dirasakan. Menurutnya, harta duniawi seperti uang, pakaian, kendaraan, dan rumah tidak dibawa ketika seseorang meninggal dunia. Sebaliknya, amal kebaikan menjadi bekal bagi kehidupan akhirat.

“Amal kebajikan yang pahalanya terus mengalir itu di antaranya adalah sedekah jariah atau wakaf, ilmu yang bermanfaat, serta anak yang saleh dan salehah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Menara Syariah, Harianto Solichin, menegaskan dukungannya terhadap digitalisasi pengelolaan wakaf. Pihaknya berencana memfasilitasi perusahaan rintisan (startup) di sektor wakaf yang ditargetkan meluncur pada November mendatang.

Harianto menjelaskan, pemanfaatan teknologi rantai blok (blockchain) diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan memudahkan penelusuran transaksi wakaf.

“Melalui teknologi blockchain, segala sesuatu (transaksi wakaf) bisa dilacak dengan sangat transparan. Baik itu hari ini, besok, lusa, minggu depan, hingga sepuluh tahun ke depan, sistem ini tetap aman dan terekam,” ungkap Harianto.

Konferensi GLOW 2026 turut dihadiri peserta dan delegasi dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, dan Maroko, serta perwakilan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Kehadiran delegasi internasional tersebut menjadi bagian dari forum pertukaran gagasan mengenai pengembangan dan tata kelola wakaf. (dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *