Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pilar Buka Jalan Desainer Batik Tangsel ke Level Global

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG SELATAN | tangerangraya.co

Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggelar Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 sebagai upaya mendorong perkembangan ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang bagi lahirnya desainer muda.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, desain batik yang menjadi pemenang sayembara nantinya menjadi hak milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Desain tersebut dapat diproduksi dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pilar saat menghadiri kegiatan Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 di Serpong, Senin (31/8/2026).

“Desain batik Tangsel yang menjadi pemenang nantinya menjadi hak milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Sejak awal memang ketentuannya seperti itu, supaya masyarakat secara luas bisa memproduksi batik ini,” ujar Pilar.

Menurutnya, desain batik pemenang dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, termasuk pakaian dan produk lainnya. Batik tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh kecamatan, kelurahan maupun perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Pilar menjelaskan, desain yang terpilih merupakan karya terbaik dari para peserta sayembara. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari konsep desain, warna, filosofi, kedalaman makna hingga unsur sejarah yang terkandung dalam motif batik.

Penilaian melibatkan sejumlah juri yang memiliki kompetensi di bidang batik dan desain, termasuk perwakilan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat serta penggiat batik.

“Dan ini tentu bukan dari hasil AI (Artificial Intelligence), bukan dari hasil buatan komputerisasi, tapi ini benar-benar buah karya seseorang yang patut dihargai, dan memang punya nilai tinggi seperti itu,” jelasnya.

Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 merupakan pelaksanaan yang kelima. Sayembara dibuka sejak 20 Juli 2026 dan ditutup pada 19 Agustus 2026.

Sebanyak 49 peserta mengikuti seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, 10 peserta terpilih melanjutkan ke tahap seleksi desain, wawancara dan presentasi yang dilaksanakan secara hybrid.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Bandung, Cianjur, Madiun, Jombang hingga Riau. Hal tersebut menunjukkan sayembara batik khas Tangerang Selatan terbuka bagi desainer dari berbagai daerah.

Dari seluruh tahapan seleksi tersebut, akan dipilih tiga pemenang, yakni juara pertama, kedua dan ketiga.

“Ini merupakan bentuk support kami kepada para pelaku ekonomi kreatif supaya mereka memiliki ruang seluas-luasnya untuk merancang karyanya dan ditampilkan seperti itu,” kata dia.

Pilar berharap sayembara tersebut dapat menjadi ruang bagi desainer dan pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi serta memperluas kiprah mereka.

Ia mendorong para peserta menjadikan ajang tersebut sebagai langkah awal untuk mengembangkan karya hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Harapannya banyak para desainer-desainer muda, banyak pelaku ekonomi kreatif yang tumbuh di Tangerang Selatan dan di nasional bisa mengembangkan potensi yang kalian punya. Memang dimulai dari step yang paling kecil yaitu tingkat lokal. Act locally, think globally,” ucapnya. (dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *