Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tenun Baduy Dibidik Tembus Pasar Global

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG SELATAN | tangerangraya.co

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi penyelenggaraan Karya Kreatif Banten yang dinilai menjadi salah satu upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Melalui kegiatan itu, produk unggulan daerah diharapkan semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

“Kami mengapresiasi kegiatan Karya Kreatif Banten yang alhamdulillah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Ini adalah salah satu upaya mengkurasi UMKM kita agar bisa tampil di ajang bergengsi seperti ini,” ungkap Andra Soni usai menyaksikan peragaan busana (fashion show) Karya Kreatif Banten di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Andra Soni, beragam desain yang ditampilkan dalam peragaan busana tersebut menarik perhatian, terutama inovasi pemanfaatan wastra tenun Baduy oleh para pelaku usaha lokal.

“Niat baik dari acara ini adalah bagaimana UMKM kita bisa naik kelas sekaligus mendukung pariwisata daerah, dengan menjadikan tenun Baduy sebagai ikon,” tambahnya.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Karya Kreatif Banten menjadi wadah untuk memperkenalkan karya desainer muda sekaligus mengangkat potensi talenta lokal.

“Saya ikut serta dalam rangka memperkenalkan karya para desainer muda Banten. Banyak desainer muda kita yang kini turut menjadi aset daerah,” ujar Tinawati.

Ia menegaskan, tenun Baduy merupakan salah satu kekayaan budaya Banten yang perlu terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Tinawati berharap wastra khas Banten tersebut semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Tadi banyak juga karya adibusana yang potensial untuk kita bawa ke mancanegara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia menjelaskan, Karya Kreatif Banten rutin diselenggarakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satu fokusnya adalah mendorong wastra khas Banten, termasuk tenun Baduy, agar semakin dikenal dan mampu menembus pasar global.

“Tenun Baduy kini digandrungi oleh para eksekutif muda maupun senior karena tampilannya yang keren. Siapa pun bisa mengenakan wastra Banten, terutama tenun Baduy,” tutur Sofwan.

Dalam peragaan busana tersebut, sejumlah karya ditampilkan dengan memanfaatkan tenun Baduy, teknik cetak ramah lingkungan (ecoprint), batik, dan rajut. Produk yang diperagakan meliputi pakaian, tas, topi, serta aksesori.

Selain peragaan busana, kegiatan itu juga menghadirkan pameran produk unggulan UMKM Banten, mulai dari jajanan pasar, produk herbal, kopi, hingga kerajinan khas daerah. (dam/hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *