Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tangsel Uji Coba Padi Apung di Tandon Ciater untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG SELATAN | tangerangraya.co

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menguji coba penanaman padi apung di Tandon Ciater, Kecamatan Serpong, Senin (26/10/2026). Inovasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, uji coba tersebut menjadi salah satu upaya mencari alternatif produksi pangan karena Tangsel tidak memiliki lahan persawahan yang memadai.

“Walaupun Tangsel tidak punya sawah, tidak punya areal sawah kering atau sawah tanah hijau, ya kita usahakan tandon-tandon yang ada di Tangerang Selatan itu kita jadikan multifungsi, termasuk dalam menanam tanaman padi,” ujar Benyamin.

Melalui program ini, Pemkot Tangsel ingin mengembangkan fungsi tandon yang selama ini menjadi tempat penampungan air agar juga berpotensi mendukung produksi pangan.

Benyamin menjelaskan, penanaman padi apung masih berada pada tahap uji coba. Pemerintah daerah akan memantau dan mengevaluasi pertumbuhannya hingga masa panen yang diperkirakan berlangsung pada akhir Januari 2027.

Pada tahap awal, penanaman dilakukan menggunakan 200 lembar styrofoam sebagai media tanam. Setiap lembar dilengkapi 21 pot, dengan tiga bibit padi di setiap pot. Adapun varietas yang digunakan adalah Inpari 32, yang dipilih untuk diuji kesesuaiannya dengan kondisi perairan di lokasi tersebut.

“Ini uji coba dulu. Satu pot tiga bibit, tiga batang padi, yang nanti akan panennya kita lihat nanti di Januari,” kata Benyamin.

Hasil panen nantinya akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menentukan kemungkinan pengembangan program di lokasi lain. Selain padi, Pemkot Tangsel juga menjajaki pemanfaatan tandon untuk menanam komoditas lain, seperti sayuran dan cabai.

Menurut Benyamin, Tangsel memiliki sekitar 24 tandon yang berpotensi dikaji untuk mendukung program serupa. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan hasil uji coba, manfaat yang diperoleh, serta karakteristik setiap lokasi.

Ia meminta perangkat daerah terkait menghitung dampak dan manfaat program secara terukur, termasuk potensi kontribusinya terhadap pengendalian inflasi daerah.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kementerian Pertanian, serta perangkat daerah terkait.

“Ini sementara ini kita uji coba dulu. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Termasuk impact benefit-nya juga harus saya ukur,” kata Benyamin.

Selain mendukung ketahanan pangan, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Pemkot Tangsel membuka peluang pelibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk Pramuka dan Karang Taruna, untuk menumbuhkan minat generasi muda menjadi petani.

“Alhamdulillah TNI juga ngebantu, pramuka dan karang taruna juga ikut serta, dan semuanya kita dorong harus menjadi petani-petani muda,” ujarnya.

Pemkot Tangsel akan menjadikan hasil uji coba di Tandon Ciater sebagai dasar untuk menilai kelayakan pengembangan padi apung dan pemanfaatan tandon secara multifungsi sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan daerah.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *