Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sachrudin: Pesantren Jadi Pilar Pembentukan Karakter dan Ketahanan Generasi Muda

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota Tangerang menilai keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter kuat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat menghadiri Pengajian Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang sekaligus Sosialisasi Kegiatan Hari Santri Nasional 2026 di kawasan Puncak, Bogor, Selasa malam (11/8/2026).

Sachrudin mengatakan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan agama sekaligus pembiasaan nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

“Kalau berbicara tentang pesantren, kita tidak hanya berbicara tentang pendidikan agama, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Di pesantren, anak-anak kita belajar ilmu, disiplin, menghormati sesama, dan menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, peran pesantren semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Generasi muda membutuhkan bekal nilai dan karakter yang kuat agar mampu menyaring berbagai informasi serta menghadapi pengaruh negatif dari perubahan zaman.

Sachrudin menyebut pesantren dapat menjadi salah satu benteng dalam menjaga karakter generasi muda sekaligus ketahanan umat.

“Dunia berubah begitu cepat. Karena itu, anak-anak kita membutuhkan fondasi yang kuat agar mampu menyaring informasi dan menghadapi berbagai pengaruh. Pesantren dapat menjadi benteng umat sekaligus benteng karakter generasi muda,” katanya.

Ia juga mendorong agar para santri memiliki kemampuan yang lebih luas. Selain menguasai ilmu agama, santri diharapkan mampu mengembangkan wawasan, keterampilan, kreativitas, sportivitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Sachrudin menegaskan, kemajuan Kota Tangerang harus berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas manusianya. Modernisasi kota, peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan kemajuan pendidikan harus tetap dibangun di atas fondasi moral serta nilai keagamaan.

“Kita ingin Tangerang terus maju dan modern, tetapi tetap memiliki fondasi akhlak dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Kemajuan infrastruktur, pelayanan, dan pendidikan harus berjalan seiring dengan pembangunan manusianya,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Sachrudin turut mengapresiasi FSPP dan jajaran pondok pesantren yang selama ini berperan aktif dalam pembinaan generasi muda di Kota Tangerang.

Ia berharap momentum Hari Santri Nasional 2026 dapat menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pesantren dalam menyiapkan generasi yang berakhlak, kompetitif, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Santri hari ini adalah bagian dari masa depan Kota Tangerang. Mari kita bekali mereka dengan ilmu, akhlak, dan keterampilan agar mampu menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi agama, masyarakat, bangsa, dan kota yang kita cintai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *