Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Repons Laporan 110! Polsek Cikupa Tangani Penarikan Diduga oleh DC, Kendaraan Dikembalikan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Personel Polsek Cikupa Polresta Tangerang merespons laporan yang masuk melalui call center 110, pada Selasa (13/10/2026). Laporan itu menyebutkan, terjadi penarikan kendaraan dijalan diduga oleh debt collector (DC) di Jalan Raya Pemda, Kampung Ciapus, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa.

“Mendapatkan laporan itu, petugas kami langsung bergerak ke lokasi,” kata Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, Rabu (14/10/2026).

Syamsul menjelaskan, setibanya di lokasi, petugas menemui pelapor. Berdasarkan keterangan yang disamping pelapor, dirinya diberhentikan di jalan, lalu kendaraan ditarik. Kendaraan kemudian dibawa ke kantor PT. Halbas, tempat para terduga DC bekerja.

“Petugas kemudahan menfasilitasi musyawarah, mengingat berdasarkan informasi yang diterima, kendaraan yang ditarik sudah menunggak angsuran hingga 7 bulan,” ujar Syamsul.

Dari musyawarah tersebut, diperoleh informasi lain yaitu, kendaraan tersebut merupakan kendaraan gadai. Setelah melalui musyawarah, kendaraan kemudian dikembalikan kepada pelapor.

Syamsul mengimbau masyarakat debitur melaksanakannya kewajiban membayar angsuran. Namun juga menegaskan, kepada para DC untuk tidak melakukan penagihan, pemberhentian, atau penarikan di jalan, apalagi apabila disertai ancaman atau intimidasi.

“Kami tegaskan, tidak boleh melakukan penagihan atau penarikan di jalan, apabila masih ditemukan, kami akan tindak tegas,” ujarnya.

Syamsul juga meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila melihat atau mengalami peristiwa yang berpotensi pidana atau tindakan yang meresahkan. (dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *