Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Perbaikan Ruas Jalan Iskandar Muda Tangerang Terus Dikebut, Capai 270 Meter

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mempercepat pengerjaan perbaikan ruas Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari. Hingga saat ini, pekerjaan pengecoran jalan telah mencapai 270 meter dari total panjang ruas yang menjadi target perbaikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan progres tersebut setara dengan sekitar 49,09 persen dari total 550 meter ruas Jalan Iskandar Muda yang diperbaiki.

Menurutnya, ruas jalan yang mengarah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing tersebut menjadi salah satu bagian yang terus ditangani melalui tahapan konstruksi yang telah direncanakan.

“Sejak awal kami merencanakan perbaikan sepanjang 550 meter ruas Jalan Iskandar Muda yang mengarah ke TPA Rawa Kucing. Saat ini, ruas jalan yang sudah tuntas dicor mencapai 270 meter di salah satu sisi jalur,” ujar Taufik, Rabu (2/9/2026).

Taufik menjelaskan, pengerjaan tidak berhenti pada segmen yang telah selesai dicor. Tahapan berikutnya akan dilakukan pada bagian jalan yang belum mendapatkan pengecoran.

Pada segmen tersebut, struktur jalan eksisting terlebih dahulu akan dibongkar untuk kemudian dilakukan pengujian menggunakan metode Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Pengujian ini menjadi bagian dari tahapan konstruksi sebelum pekerjaan berlanjut ke sisi jalur berikutnya.

“Setelah ini, progresnya akan dilanjutkan sesuai dengan rencana yang telah disusun, yakni pembongkaran struktur jalan eksisting pada segmen yang belum dicor untuk dilakukan pengujian DCP. Setelah tahapan tersebut selesai, pekerjaan akan dilanjutkan ke sisi jalur lainnya,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkot Tangerang juga memperhatikan dampak pengerjaan terhadap arus kendaraan yang melintas di sekitar lokasi proyek. Rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup diterapkan secara situasional guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama proses konstruksi berlangsung.

“Skema rekayasa lalu lintas sudah mulai diterapkan dengan sistem buka-tutup situasional untuk mendukung kelancaran proyek rekonstruksi sekaligus mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar wilayah sana,” pungkas Taufik.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *