Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Musim Kemarau, BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Hindari Pembakaran Sampah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Musim kemarau membuat kondisi lingkungan di Kota Tangerang menjadi lebih panas dan kering. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama akibat aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan secara terbuka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, tumpukan sampah, rumput, semak, hingga lahan yang mengering dapat menjadi material yang mudah terbakar. Api yang berasal dari pembakaran sampah juga berpotensi lebih cepat merambat ketika tertiup angin.

”Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kondisi lingkungan yang kering membuat api berpotensi menjalar lebih cepat. Terlebih, pembakaran sampah yang dilakukan di ruang terbuka sulit dikendalikan apabila terkena angin,” tegas Mahdiar, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, pencegahan kebakaran dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing. Masyarakat diminta memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu api di sekitar tumpukan sampah, rumput kering, lahan kosong, maupun material lain yang mudah terbakar.

”Di musim kemarau, kondisi lingkungan lebih panas dan kering. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah karena api dapat dengan mudah merambat ke material yang mudah terbakar di sekitarnya,” ujarnya.

Selain menghindari pembakaran sampah secara terbuka, masyarakat juga diminta berhati-hati saat menggunakan sumber api maupun peralatan yang menghasilkan panas.

Mahdiar mengingatkan, api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak diawasi, terlebih ketika berada di lingkungan yang kering dan memiliki banyak material mudah terbakar.

Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan, serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

”Segera melapor apabila menemukan kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan darurat 112 agar petugas dapat segera melakukan penanganan,” kata Mahdiar.

Ia menegaskan, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.

”Yang paling penting adalah pencegahan. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila melihat kejadian kebakaran,” tutup Mahdiar.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *