Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Maulid Nabi, Santri Diajak Perkuat Akhlak

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama para santri di Pondok Pesantren An-Nuqthah, Kecamatan Pinang, Minggu (4/10/2026), menjadi momentum bagi Wali Kota Tangerang H. Sachrudin untuk mengajak generasi muda terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Sachrudin mengatakan, keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya tercermin dalam hal ibadah, tetapi juga dalam sikap, tutur kata, cara memperlakukan sesama hingga menjalani kehidupan dengan akhlak yang mulia.

“Maulid Nabi selalu mengingatkan kita pada satu hal yang mendasar, yaitu keteladanan. Rasulullah SAW mengajarkan bukan hanya bagaimana kita beribadah, tetapi juga bagaimana kita bersikap, berbicara, menghargai sesama, dan menjalani kehidupan dengan akhlak yang baik,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan tersebut perlu ditanamkan sejak dini. Pendidikan, kata dia, tidak cukup hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, peduli terhadap lingkungan, menghormati sesama dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Anak-anak kita tidak cukup hanya dibekali ilmu. Mereka juga harus memiliki akhlak, kepedulian, tanggung jawab, dan kemandirian. Karena ilmu akan semakin berarti ketika digunakan untuk kebaikan,” katanya.

Dalam upaya membentuk karakter generasi muda, Sachrudin menilai pesantren memiliki peran penting. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama dan pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan bagi santri untuk belajar disiplin, hidup mandiri, menghargai sesama serta membangun kebersamaan.

“Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter. Di sini para santri belajar ilmu sekaligus belajar menjalani kehidupan,” tutur Sachrudin.

Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin turut menandatangani prasasti gedung baru di Pondok Pesantren An-Nuqthah yang diberi nama Gedung Mutawasitthah.

Ia berharap keberadaan gedung baru tersebut tidak sekadar menambah fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan para santri dalam mempersiapkan masa depan.

“Semoga gedung ini tidak hanya menjadi bangunan baru, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi para santri. Tempat ilmu dipelajari, karakter dibentuk, dan cita-cita ditanamkan. Dari tempat ini, mudah-mudahan lahir generasi yang sukses untuk dirinya, sekaligus bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” harapnya.

Mengakhiri sambutannya, Sachrudin kembali mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam keseharian. Dan jadikan gedung ini sebagai bagian dari perjalanan dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *