Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kualitas Udara Kota Tangerang Masih Baik di Tengah Potensi Sebaran Abu Gunung Anak Krakatau

Bagikan: Facebook X WhatsApp

KOTA TANGERANG | tangerangraya.co

Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik, kualitas udara di Kota Tangerang berdasarkan pantauan platform pemantauan kualitas udara IQAir masih berada dalam kategori baik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, berdasarkan pantauan IQAir pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, stasiun pemantauan Kota Tangerang mencatat Air Quality Index (AQI) US sebesar 42. Angka tersebut masuk kategori baik dalam indeks kualitas udara IQAir.

“Berdasarkan pantauan IQAir pada Senin 7 September sekitar pukul 08.00 WIB, stasiun pemantauan Kota Tangerang mencatat Air Quality Index (AQI) US sebesar 42. Angka tersebut berada pada kategori bagus dalam indeks kualitas udara IQAir,” ujar Yudi, Senin (7/9/2026).

Selain IQAir, kondisi kualitas udara di Kota Tangerang juga dipantau melalui ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berdasarkan data dari empat stasiun pemantauan, yakni Stasiun Pasir Jaya, Benteng Betawi, Karang Tengah, dan Kali Pasir.

“Kondisi Kota Tangerang ini juga dilihat dari ISPUnet Kementerian LH berdasarkan data empat stasiun, yakni Stasiun Pasir Jaya, Benteng Betawi, Karang Tengah, dan Stasiun Kali Pasir. Semua menunjukkan kondisi baik dan sedang, jadi masih dalam baku mutu aman,” tambahnya.

Yudi mengatakan, data pemantauan tersebut juga menunjukkan suhu udara di wilayah Kota Tangerang berada di kisaran 28 derajat Celsius. Sementara itu, prakiraan AQI yang ditampilkan IQAir untuk hari yang sama berada pada angka 123.

Menurutnya, kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti dinamika cuaca dan lingkungan. Karena itu, masyarakat tetap diminta melakukan pemantauan secara berkala.

“Meski pantauan saat ini masih menunjukkan kondisi baik, masyarakat Kota Tangerang tetap diimbau tidak mengabaikan perkembangan kualitas udara. Kondisi atmosfer dapat berubah sehingga pemantauan secara berkala tetap diperlukan, khususnya di tengah perhatian terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau,” jelas Yudi.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Apabila mengalami keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa mengganjal, iritasi mata, atau gangguan pernapasan, warga dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila keluhan berlanjut.

“Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong masyarakat memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Data kualitas udara dari berbagai platform dapat menjadi informasi tambahan bagi masyarakat dalam memantau kondisi lingkungan secara berkala,” tegas Yudi.

Dengan kondisi kualitas udara yang masih berada dalam kategori baik berdasarkan pantauan IQAir, masyarakat Kota Tangerang diharapkan tetap tenang sekaligus waspada terhadap perkembangan situasi.

“Pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan perlu dilakukan secara berkala seiring perkembangan situasi erupsi Gunung Anak Krakatau,” pungkasnya.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *