Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kekeringan Kepung 25 Kecamatan di Tangerang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Sebanyak 25 kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, masuk kategori Awas Bencana Kekeringan seiring kondisi kemarau ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan wilayah yang masuk kategori awas berpotensi mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari dengan curah hujan yang sangat rendah.

“Kekeringan itu hampir di seluruh kecamatan, total saat ini ada 25 kecamatan itu enggak ada hujan,” kata Taufik, dikutip wartawan, Rabu (16/9/2026).

Adapun 25 kecamatan yang masuk kategori tersebut yakni Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, Legok, Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga, dan Tigaraksa.

Taufik mengatakan curah hujan yang terjadi di sejumlah wilayah sejauh ini belum signifikan. Bahkan, beberapa daerah hanya mengalami hujan dengan intensitas ringan berupa gerimis.

“Hampir seluruhnya itu. Karena ada hujan pun hanya gerimis ya, paling sekitaran Tigaraksa gitu. Tapi kan malah itu yang terbanyak jumlah kebakarannya,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan BPBD pada periode Juli hingga September 2026, kondisi kekeringan telah berdampak terhadap 73 desa/kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan.

Sebanyak 23.430 kepala keluarga atau 62.076 jiwa tercatat terdampak kekeringan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan air sebanyak 330 kali pengiriman ke 178 titik yang mengalami kekeringan.

Meski cakupan wilayah terdampak cukup luas, BPBD menyatakan kondisi tersebut masih dapat ditangani Pemerintah Kabupaten Tangerang. Hingga saat ini, pemerintah daerah belum menetapkan status siaga bencana kekeringan.

“Suplai air itu seluruhnya bisa kita layani bersama, terutama suplai air ya bisa dibantu oleh PDAM, PMI, bahkan pihak swasta. Apabila kekeringan ini terus-menerus kemudian meluas baru kita akan lakukan siaga bencana,” ungkap Taufik. (dam/hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *