Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Jalan Kampung Buluh Pandeglang Segera Dibangun, Gubernur Andra Soni Janji Mulai Oktober 2026

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PANDEGLANG | tangerangraya.co

Gubernur Banten Andra Soni meninjau kondisi jalan di Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Peninjauan dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang selama ini dinilai memprihatinkan.

Andra Soni mengatakan, meski ruas jalan tersebut berstatus jalan kabupaten atau jalan desa, pemerintah tetap harus memperhatikan kebutuhan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menindaklanjuti pembangunan jalan tersebut melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

“Saya tahu bahwa ini jalannya memang jalan kabupaten atau jalan desa, tapi saya tidak mau lihat itu, tapi saya lihat bahwa masyarakatnya membutuhkan,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, pembangunan jalan akan diusulkan melalui perubahan APBD Banten 2026. Ia menargetkan pembangunan tahap awal sepanjang sekitar 700 meter hingga 1 kilometer dapat dimulai pada Oktober 2026 dan dilanjutkan pada awal 2027. “Insya Allah, Oktober 2026 akan kita bangun,” katanya.

Andra Soni meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten berkoordinasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat untuk menentukan titik jalan yang menjadi prioritas pembangunan.

Salah satu perhatian utama adalah tanjakan yang sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat mobilitas masyarakat, termasuk kendaraan pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain jalan, Andra juga meminta kondisi tiga jembatan yang telah berusia puluhan tahun diperhatikan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan atau kebutuhan perbaikan, jembatan tersebut diharapkan dapat turut ditangani.

Persoalan drainase juga menjadi perhatian. Andra meminta pembangunan jalan dengan lebar minimal empat meter tidak mengganggu saluran air di depan rumah warga. “Jangan sampai pembangunan jalan justru menutup saluran air masyarakat,” ujarnya.

Andra Soni menegaskan pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi kesenjangan infrastruktur sekaligus menerjemahkan Asta Cita melalui pembangunan yang dimulai dari desa.

“Sebagai perwakilan Pak Presiden di daerah, saya harus menerjemahkan itu dengan membangun jalan desa, agar menumbuhkan ekonomi setempat,” ucapnya.

Ia menyebutkan, sepanjang 2025 Pemprov Banten telah membangun sekitar 71 kilometer jalan desa dengan konstruksi beton dan sekitar 407 kilometer jalan lingkungan.

Namun, pembangunan infrastruktur masih harus dilakukan secara bertahap mengingat luas wilayah serta jumlah penduduk Banten yang cukup besar.

“Jumlah penduduknya juga banyak, hampir 13 juta. Jadi memang harus bersabar, harus pelan-pelan. Perlahan kita kerjakan,” katanya.

Andra juga meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan, khususnya setelah pengecoran jalan beton. Menurutnya, beton membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk mencapai kondisi yang mendukung daya tahan optimal.

“Beton itu perlu waktu untuk kering 28 hari, nggak boleh diinjak, supaya tahan berpuluh-puluh tahun,” ujarnya.

Kepala Desa Cijaralang Sa’i menyampaikan apresiasi atas kedatangan Gubernur Banten yang secara langsung melihat kondisi jalan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Ia berharap rencana pembangunan tersebut benar-benar direalisasikan, khususnya ruas Cikadu-Cengkok yang diusulkan memiliki panjang sekitar 3.600 meter.

“Kebahagiaan bagi kami selaku masyarakat Desa Cijaralang. Harapan kami ini adalah bukan hanya mimpi,” ujar Sa’i.  (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *