Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

GAK Erupsi, Seluruh Faskes Banten Siaga

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kesiapsiagaan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Nomor 400.7/3234/DINKES/2026. Edaran itu menginstruksikan seluruh rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas), balai kekarantinaan, hingga pos kesehatan mengaktifkan layanan siaga 24 jam sesuai tingkat risiko dan rencana kontingensi daerah.

Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan pihaknya bergerak cepat merespons keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Saat ini kasusnya memang masih dalam batas normal. Namun demikian, kami bersama seluruh tenaga kesehatan tetap bersiaga sesuai arahan dari Bapak Gubernur Banten agar ke depan tidak terjadi lonjakan kasus,” ujar Ati, Minggu (6/9/2026).

Ati mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker.

Ia mengatakan, stok masker di Dinkes Banten saat ini tersedia untuk didistribusikan kepada warga terdampak. Selain itu, Pusat Krisis (Crisis Center) Kementerian Kesehatan akan menyalurkan bantuan masker ke sejumlah daerah terdampak, meliputi Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Menurut Ati, abu vulkanik mengandung partikel dengan ukuran kasar hingga sangat halus serta gas yang bersifat iritan. Paparan abu tersebut dapat memicu iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

“Dampak lainnya meliputi gangguan mata, iritasi kulit, hingga kontaminasi sumber air dan pangan yang tidak tertutup rapat. Selain itu, ada risiko kecelakaan lalu lintas akibat berkurangnya jarak pandang dan jalanan yang licin,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Dinkes Banten meminta seluruh faskes memastikan ketersediaan logistik dan obat-obatan esensial. Persiapan meliputi sistem rujukan, ambulans, tabung oksigen, pulse oximeter, obat bronkodilator, inhaler beserta spacer, cairan pembilas mata steril, Alat Pelindung Diri (APD), serta respirator partikulat seperti N95, KN95, dan KF94 bagi petugas.

Tenaga kesehatan di lapangan juga ditugaskan melakukan surveilans harian terhadap potensi peningkatan kasus gangguan pernapasan. Pemantauan aktif diprioritaskan terhadap kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis.

Data pemantauan selanjutnya dianalisis dan dikoordinasikan dengan BMKG, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup terkait kondisi kualitas udara, termasuk PM2,5 dan PM10. Hasil pemantauan kemudian dilaporkan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Sebagai langkah pencegahan di lingkungan rumah, Ati meminta masyarakat menutup rapat pintu, jendela, serta celah yang dapat menjadi tempat masuknya abu. Tempat penampungan air dan makanan juga diminta tetap tertutup.

“Bila membersihkan abu, basahi secukupnya terlebih dahulu agar tidak beterbangan. Hindari menyapu kering. Selain itu, pastikan ketersediaan obat rutin bagi anggota keluarga dengan penyakit kronis tersedia cukup di rumah,” tutup Ati. (dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *