Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Enam Kebakaran Terjadi Dalam Sehari, BPBD Kota Tangerang Ingatkan Warga Waspada Musim Kemarau

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Potensi kebakaran meningkat di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama pembakaran sampah di lahan terbuka.

Imbauan tersebut disampaikan setelah BPBD Kota Tangerang mencatat enam kejadian kebakaran dalam satu hari pada Rabu (16/9/2026). Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah dengan objek terdampak mulai dari tempat usaha, lapak rongsok, tumpukan sampah, lahan terbuka hingga kawasan industri.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Cuaca panas yang disertai angin cukup kencang dapat membuat api lebih mudah membesar dan merambat, terlebih ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.

“Kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Jangan lakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujar Mahdiar di Tangerang, Kamis (17/9/2026).

Berdasarkan laporan sementara BPBD Kota Tangerang, enam kebakaran tersebut terjadi di wilayah Pinang, Cipondoh, Ciledug, Karang Tengah, dan Batuceper.

Dari hasil penanganan awal, beberapa kejadian diduga dipicu korsleting listrik. Sementara tiga kejadian lainnya diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah.

Dalam setiap kejadian, petugas BPBD langsung mengerahkan personel dan armada pemadam untuk melakukan penanganan. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan untuk memadamkan api, tetapi juga mengantisipasi agar kobaran tidak meluas dan merambat ke area lain, khususnya permukiman warga.

Mahdiar menegaskan, masyarakat sebaiknya menghindari pembakaran sampah maupun pembakaran di lahan terbuka, terutama saat kondisi lingkungan kering dan angin bertiup cukup kencang.

Selain menghindari aktivitas yang dapat memicu api, warga juga diminta memastikan instalasi serta peralatan listrik di rumah maupun tempat usaha dalam kondisi aman. Sumber api juga tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan.

“Kalau melihat api atau asap yang berpotensi menjadi kebakaran, segera laporkan kepada petugas. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” katanya.

Peringatan tersebut juga berkaitan dengan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Banten. Berdasarkan informasi BMKG Wilayah II, seluruh wilayah Banten masih berada dalam periode musim kemarau pada Dasarian II September 2026.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu ditingkatkan, baik di lingkungan permukiman, lahan terbuka maupun kawasan yang terdapat material mudah terbakar.

BPBD Kota Tangerang pun terus melakukan sosialisasi dan pemantauan sekaligus memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah, TNI, Polri, aparat kewilayahan, serta relawan untuk mengantisipasi berbagai potensi kebakaran dan kondisi darurat lainnya.

Masyarakat juga diminta tidak menunggu api membesar untuk melapor. Setiap temuan asap atau api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran diharapkan segera disampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

“Masyarakat dapat melaporkan kejadian kebakaran maupun kondisi darurat lainnya melalui layanan 112 Kota Tangerang yang dapat diakses untuk mempercepat respons petugas,” ujar Mahdiar.

Dengan kondisi cuaca yang masih panas dan lingkungan yang relatif kering, BPBD mengingatkan bahwa pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran. Kewaspadaan masyarakat, terutama terhadap penggunaan listrik dan aktivitas yang melibatkan api, diharapkan dapat mencegah kejadian serupa kembali terjadi.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *