Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

DPUPR Kota Tangerang Terapkan PKRMS dalam Penilaian Kondisi Jalan dan Jembatan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi kondisi infrastruktur jalan. Salah satunya dengan memanfaatkan Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS) sebagai salah satu acuan teknis dalam menentukan prioritas penanganan jalan dan jembatan.

Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaini mengatakan, pemeriksaan kondisi jalan dilakukan secara berkala setiap tahun. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penyusunan program penanganan infrastruktur untuk tahun anggaran berikutnya maupun dalam perubahan anggaran.

“Setiap tahun kita melakukan penilaian kondisi jalan. Kondisi ruas jalan kita evaluasi, kita nilai dan itu menjadi dasar perencanaan kita di tahun berikutnya atau mungkin nanti di anggaran perubahan,” ujar Taufik, Senin (31/8/2026).

Dari hasil penilaian yang dilakukan, sekitar 16 persen ruas jalan di Kota Tangerang diketahui berada dalam kategori rusak sedang hingga rusak berat. Ruas-ruas tersebut kemudian menjadi bagian dari daftar yang dipertimbangkan untuk mendapatkan penanganan.

Namun, tingkat kerusakan bukan satu-satunya faktor yang digunakan DPUPR dalam menentukan prioritas. Fungsi jalan serta tingkat mobilitas yang berlangsung di suatu ruas turut menjadi pertimbangan.

Menurut Taufik, sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang memiliki peran strategis karena menjadi penghubung berbagai kawasan pusat ekonomi. Tingginya aktivitas kendaraan, termasuk kendaraan berat untuk kebutuhan logistik, industri, perdagangan, dan jasa, membuat kondisi ruas tersebut perlu mendapat perhatian.

“Fungsi ruas jalan tersebut menjadi penghubung perekonomian. Dari situlah kita selalu menilai kondisi jalan dan itu menjadi prioritas penanganan,” jelasnya.

Untuk mendukung proses evaluasi, DPUPR Kota Tangerang menggunakan PKRMS sebagai salah satu referensi dalam melakukan penilaian kondisi jalan dan jembatan. Sistem tersebut merupakan algoritma yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan telah digunakan sebagai salah satu instrumen pengelolaan jalan di sejumlah daerah.

“Ada namanya PKRMS, itu sebuah algoritma yang juga dikembangkan oleh Kementerian PU yang dipakai di banyak daerah. Itu salah satu referensi kita dalam melakukan penilaian kondisi jalan dan jembatan,” ungkap Taufik.

Hasil evaluasi kondisi infrastruktur selanjutnya digunakan untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan. Penanganan dapat dilakukan melalui pekerjaan rekonstruksi maupun pemeliharaan, sesuai dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing ruas.

Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang saat ini juga telah masuk dalam tahap pengerjaan. Beberapa di antaranya Jalan M. Toha, Jalan Iskandar Muda, Jalan Sintanala, Jalan Marsekal Suryadarma, serta Jalan Garuda Benda yang menjadi salah satu ruas terbaru yang mulai ditangani.

Di sisi lain, DPUPR Kota Tangerang juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut memantau kondisi jalan. Laporan atau informasi dari warga dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran apabila terjadi perubahan kondisi ruas jalan setelah proses penilaian dilakukan.

Taufik mengatakan, keterlibatan masyarakat penting untuk menjaga kualitas layanan jalan agar tetap dapat berfungsi secara optimal.

“Semakin banyak informasi dari masyarakat, lebih bagus, karena memang bagaimana kita menjaga level of services jalan ini bisa terus dijaga,” kata Taufik.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *