Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Disclaimers
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Limitation on Liability
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Copyright Policy
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
General
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa banyak peluang dalam kehidupan masyarakat. Namun, di sisi lain, teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru, salah satunya semakin mudahnya pembuatan dan penyebaran informasi palsu.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memperkuat literasi digital masyarakat. Kolaborasi dengan organisasi keagamaan juga terus dibangun agar edukasi mengenai penggunaan teknologi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Halaqoh Transformasi Digital dan Masa Depan Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Asep mengatakan, perkembangan AI membuat masyarakat harus semakin kritis ketika menerima informasi, khususnya yang beredar melalui media sosial. Kemampuan teknologi saat ini memungkinkan pembuatan konten palsu yang terlihat sangat meyakinkan.
Mulai dari teks, suara, hingga video dapat dimanipulasi dengan bantuan AI. Tanpa kemampuan verifikasi yang memadai, masyarakat akan semakin sulit membedakan informasi yang benar dengan konten hasil rekayasa.
“Kemajuan teknologi seperti AI memungkinkan pemalsuan teks, suara, hingga video dengan mudah. Diharapkan masyarakat lebih bijak memilah informasi untuk menghindari dampak negatif berita bohong di media sosial,” ujar Asep.
Selain meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi, Pemkot Tangerang Selatan juga terus memperluas akses terhadap infrastruktur digital. Salah satunya melalui penyediaan sekitar 5.000 titik internet gratis yang tersebar di berbagai fasilitas publik di wilayah Tangerang Selatan.
Fasilitas internet gratis tersebut juga tersedia di lingkungan gedung NU. Kehadiran akses digital itu diharapkan dapat menunjang aktivitas organisasi sekaligus memperluas kesempatan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.
Di bidang layanan berbasis teknologi, Diskominfo Tangsel juga mengembangkan aplikasi Tangsel Mengaji yang telah dilengkapi fitur berbasis AI. Aplikasi tersebut dirancang untuk menjadi asisten pribadi yang membantu masyarakat dalam memperoleh dan mempelajari materi keagamaan secara lebih mudah dan interaktif.
Meski menggunakan teknologi AI, Asep menegaskan fitur tersebut tidak dimaksudkan sebagai sumber rujukan utama dalam persoalan keagamaan. Teknologi hanya digunakan sebagai alat bantu bagi pengguna.
“Karena AI sekarang sedang berkembang, maka ditambahkan fitur AI sebagai asisten pribadi. Namun demikian, ini bukan untuk rujukan, tetapi hanya sebagai bantuan,” jelasnya.
Upaya memperkuat literasi digital juga dilakukan melalui kolaborasi dengan organisasi keagamaan. Diskominfo Tangsel telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU dengan sejumlah organisasi, di antaranya Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan NU.
Kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan pelatihan literasi digital bersertifikat. Program ini diharapkan dapat membekali para pengurus dan anggota organisasi keagamaan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi sekaligus mengenali berbagai risiko yang muncul di ruang digital.
Asep menilai NU memiliki posisi strategis dalam memperluas gerakan literasi digital. Dengan basis masyarakat yang besar di Tangerang Selatan, NU dinilai dapat menjadi mitra penting pemerintah dalam menyampaikan edukasi mengenai penggunaan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mampu membantu masyarakat menangkal hoaks, tetapi juga mendorong pemanfaatan AI untuk kegiatan yang produktif. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat nyata sekaligus tetap diiringi kemampuan masyarakat dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital.(zma)