Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dinkes Ingatkan Gejala Demam Tinggi hingga Sesak Napas

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan orang tua untuk mewaspadai influenza tipe A pada anak, terutama jika mengalami demam tinggi secara tiba-tiba yang disertai batuk hingga sesak napas. Gejala tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang lebih berat dibandingkan flu atau batuk pilek biasa.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, influenza tipe A disebabkan virus influenza tipe A dengan gejala yang pada awalnya dapat menyerupai flu biasa. Namun, kondisi tersebut dapat disertai demam tinggi, batuk, bahkan sesak pada beberapa kasus.

“Kalau influenza tipe A ada demam tinggi yang tiba-tiba, kemudian bisa disertai dengan batuk atau bahkan mungkin beberapa kasus ada sesak. Ini yang harus menjadi perhatian bagi kita dan umumnya terjadi pada anak-anak,” ujar dr. Dini, Kamis (1/10/26).

Ia mengimbau orang tua tidak panik, tetapi tetap peka terhadap perubahan kondisi anak. Jika anak mengalami flu atau batuk pilek disertai demam tinggi, terlihat lemah, mengalami gangguan pencernaan, atau batuk hingga menyebabkan sesak, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Menurutnya, influenza tetap dapat ditangani. Penanganan awal pada influenza dan batuk pilek secara umum dilakukan secara simptomatis, disertai istirahat yang cukup dan asupan makanan yang baik.

“Namun, jika demam tinggi tidak dapat ditangani di rumah maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama, pasien perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas rujukan atau rumah sakit,” jelas dr. Dini.

Dinkes Kota Tangerang juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat melalui jaringan puskesmas. Informasi kesehatan disampaikan melalui media sosial puskesmas serta grup komunikasi masyarakat seperti WhatsApp tingkat RT dan RW.

”Untuk mendukung penanganan, Dinkes Kota Tangerang memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan rujukan tetap disiapkan. Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kondisi kesehatan sehari-hari,” papar dr. Dini.

“Tidak perlu panik, namun tetap waspada. Kalau ada anak-anak yang mengalami influenza atau pilek kemudian demam tinggi, kelihatan lemah, ada gangguan pencernaan, atau batuk yang menyebabkan sesak, jangan ragu membawa anak ke fasilitas kesehatan lanjutan apabila setelah istirahat atau pengobatan di rumah tidak ada perbaikan,” pungkasnya. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *