Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

CKG Kota Tangerang Tembus 926 Ribu Warga, Dinkes Dorong Deteksi Penyakit Sejak Dini

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG I tangerangraya.co

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Masyarakat diimbau tidak menunggu munculnya keluhan atau gejala untuk mulai memeriksakan kesehatan.

Hingga Agustus 2026, pelaksanaan CKG di Kota Tangerang telah menjangkau sekitar 926.384 warga atau 49,45 persen dari sasaran. Capaian tersebut telah melampaui target nasional dan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, CKG tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan saat pemeriksaan, tetapi juga membantu mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.

Hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk memperbaiki pola hidup maupun mendapatkan penanganan apabila ditemukan masalah kesehatan.

”Berdasarkan hasil CKG, faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi perhatian. Pada kelompok usia di atas 15 tahun, temuan meliputi dislipidemia sebesar 59,02 persen, obesitas 21,28 persen, gangguan metabolisme glukosa 12,85 persen, dan hipertensi 3,2 persen,” papar dr. Dini, Rabu (9/9/26).

Dinkes Kota Tangerang memastikan hasil pemeriksaan CKG tidak berhenti pada pemberian informasi kepada peserta. Apabila ditemukan masalah kesehatan, peserta dapat memperoleh tata laksana dari tim medis yang bertugas.

Masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut juga dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medisnya.

Khusus masyarakat yang terdiagnosis hipertensi dan diabetes melitus (DM), tata laksana awal dapat diberikan melalui obat CKG selama 15 hari.

“Setelah itu, pasien diarahkan untuk melanjutkan kontrol ke puskesmas atau fasilitas kesehatan sesuai kepesertaan BPJS untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan mencegah komplikasi,” jelas dr. Dini.

Selain menyasar masyarakat umum, CKG juga dilaksanakan di sekolah. Hingga 28 Agustus 2026, sebanyak 203.271 siswa dari total sasaran 342.310 siswa SD, SMP, SMA atau sederajat telah mengikuti pemeriksaan.

Hasil skrining menemukan sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian, antara lain kebugaran kurang, aktivitas fisik kurang, karies gigi, serumen telinga, serta kebugaran yang tergolong kurang sekali.

Dinkes Kota Tangerang mengajak masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan, meskipun belum merasakan keluhan.

“Dengan mengenal kondisi kesehatan sejak dini, kita bisa menjaga diri tetap sehat, tetap produktif, dan jika ditemukan penyakit dapat segera ditangani sebelum menjadi lebih berat,” ujarnya.

Melalui CKG, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *