Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

BIAS 2026 di Lebak Sasar 28 Ribu Siswa SD

Bagikan: Facebook X WhatsApp

LEBAK | tangerangraya.co

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 dengan sasaran sekitar 28 ribu siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).

Program imunisasi tersebut mencakup imunisasi campak-rubella dan human papillomavirus (HPV) sebagai upaya meningkatkan perlindungan anak terhadap penyakit menular serta mencegah gangguan kesehatan yang dapat menyerang anak usia sekolah.

Kasi Imunisasi, Surveilans dan Krisis Dinkes Lebak, Bagus Mulyawan, mengatakan pelaksanaan BIAS 2026 masih berlangsung hingga akhir Agustus.

“Pelaksanaan BIAS masih berlangsung sampai akhir bulan Agustus. Target kita 28 ribu anak SD diimunisasi rubella dan HPV,” ujar Bagus, Minggu (23/8/2026).

Menurut Bagus, imunisasi campak diberikan untuk membangun perlindungan tubuh anak terhadap penyakit campak sekaligus membantu mencegah penularannya.

Dalam pelaksanaan BIAS, pemberian imunisasi tersebut menyasar siswa kelas I dan II SD/MI.

“Dengan diberikannya imunisasi campak ini tentunya kita harapkan siswa dapat menjadi imun dan tidak mudah terjangkit penyakit campak. Untuk seluruh anak sekolah jangan takut untuk imunisasi,” katanya.

Bagus mengatakan pelaksanaan BIAS di Kabupaten Lebak dari tahun ke tahun umumnya berjalan lancar. Hingga saat ini, kegiatan tersebut tidak menghadapi kendala berarti.

Pelaksanaan imunisasi melibatkan petugas kesehatan, pengelola program imunisasi, pembina desa, serta pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di masing-masing satuan pendidikan.

“Dukungan pihak sekolah dan orang tua menjadi faktor penting agar pelaksanaan imunisasi dapat berjalan optimal dan target sasaran dapat tercapai,” katanya. (Hab)

Sub: Imunisasi Campak dan HPV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *