Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Anyer-Cinangka Terdampak Erupsi GAK, Masker Disebar

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membagikan masker kepada warga di 26 desa yang tersebar di Kecamatan Anyer dan Cinangka.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Jumat, 4 September 2026.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr. Efrizal, mengatakan pembagian masker merupakan tindak lanjut setelah Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau Pos Pengamatan GAK milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Minggu (6/9/2026).

”Ini tindak lanjut dari tinjauan Ibu Bupati ke posko pengamatan gunung anak krakatau, karena kita tahu kondisi adanya debu vulkanik jadi salah satu antisipasi kita dengan membagikan masker. Jadi ini kami tindak lanjuti,” kata dr Efrizal melalui keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Dr. Efrizal menjelaskan, distribusi masker dilakukan melalui para kepala desa yang dikoordinasikan oleh camat dan kepala puskesmas, serta melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui UPT Puskesmas setempat.

Sebanyak 12 desa di Kecamatan Anyer dan 14 desa di Kecamatan Cinangka menjadi sasaran pembagian masker, dengan total 26 desa.

”Masing-masing desa mendapatkan 25 bok dengan setiap bok 50 masker,” terangnya.

Menurut dr. Efrizal, abu vulkanik akibat erupsi GAK telah berdampak di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Serang. Namun, Kecamatan Cinangka dan Anyer menjadi dua wilayah yang paling terdampak.

”Kecamatan Cinangka dan Anyer yang paling terdampak, sehingga untuk saat ini kami lakukan pembagian masker ke setiap desa di dua kecamatan masing-masing desa mendapat 25 bok masker dengan isi 50 pcs,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pembagian masker dilakukan untuk mengurangi risiko masyarakat terpapar abu vulkanik. Menurutnya, abu vulkanik mengandung silika dan sejumlah material lain yang dapat berdampak terhadap kesehatan apabila terhirup dalam waktu lama.

”Debu vulkanik sangat berbahaya mengandung zat silika, meskipun banyak zat-zat lain yang juga berbahaya untuk kesehatan. Jadi, itu maksud tujuan pemberian masker itu sendiri kepada masyarakat,” paparnya.

Dr. Efrizal mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan penting. Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

Selain masker, masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung, menutup pintu dan jendela rumah, serta menutup tempat penampungan air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu.

”Selanjutnya tutup tempat penampungan air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu, dan cuci tangan wajah dan bagian tubuh yang terkena abu, serta ikuti arahan dari pihak berwenang mengenai kondisi kondisi gunung api dan evakuasi. Terpenting segera ke fasilitas kesehatan bila ada keluhan,” tukasnya. (dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *