Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Adab Lebih Penting dari Ilmu, SAKURA Gelar Seminar Parenting di Tangerang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Komunitas Sahabat Ibu dan Keluarga (SAKURA) menggelar Seminar Parenting bertajuk “Bukan Sekedar Orang Tua, Jadilah Rumah Ternyaman Bagi Anak”, Ahad, 27 September, di Kampus 2 Institut Asy Syukriyyah, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang.

Seminar yang didominasi peserta ibu-ibu ini menyoroti fenomena memprihatinkan terkait lunturnya adab pada generasi Z dan Alpha di era digital.

Pemateri pertama, Edukator dan Youth Mentor Counselor, Firmansyah Maulana, menegaskan bahwa krisis adab tidak bisa dilepaskan dari pola komunikasi di dalam keluarga.

Menurutnya, kunci utamanya adalah komunikasi dua arah yang intens antara orang tua dan anak.

“Sehingga anak-anak merasa diperhatikan dan dihargai keberadaannya oleh orang tuanya,” ujar Firmansyah.

Pria yang juga berprofesi sebagai ustadz itu menambahkan, keteladanan orang tua menjadi faktor paling menentukan. Anak yang sejak kecil mendapatkan kasih sayang dan teladan yang baik akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beradab, dan siap menghadapi masa depan.

Sementara itu, pemateri kedua, Hasanah Ubaidillah Nur Aziz yang membawakan tema “Cinta dan Komunikasi”, menekankan pentingnya peran ayah dan ibu secara seimbang.

“Kita sebagai orang tua harus pandai-pandai mengatur waktu sebagai orang tua, sebagai istri, sebagai ibu atau bahkan mungkin pencari nafkah untuk membantu ekonomi keluarga,” tandasnya.

Lulusan Al-Azhar Mesir itu mengingatkan, tantangan parenting di era digital jauh lebih berat karena anak rentan terpapar arus informasi tanpa filter.

“Jika kita tidak pandai meng-update diri dengan perkembangan zaman, maka jangan sampai anak-anak kita salah pergaulan,” pesannya.

Solusinya, lanjut Hasanah, adalah menghadirkan kasih sayang, cinta, dan komunikasi yang aman. Dengan begitu, anak merasa nyaman untuk bercerita dan menyampaikan keluh kesah tanpa takut dihakimi.

Ia juga mengingatkan metode mendidik sesuai usia, seperti kaidah: ajaklah bermain di usia 0-7 tahun, jadikan saudara di 7 tahun berikutnya, dan berikan kebebasan penuh yang bertanggung jawab setelah usia 21 tahun.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta. Salah satunya, Melati Annisa, mengaku mendapatkan bekal baru.

“Alhamdulillah, materinya bagus untuk bekal mendampingi anak di era digital ini. Selain itu, pematerinya komplit, ada konselor dan praktisi sekaligus ustadzah,” ungkap Melati.

Sebagai informasi, SAKURA merupakan komunitas parenting di Kota Tangerang yang concern terhadap ketahanan keluarga dengan tagline Sahabat Ibu & Keluarga dan visi menjadi sahabat ibu dan keluarga dalam mengembangkan potensi untuk membangun peradaban bangsa. (wil/Ratu/ Sihoe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *