Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Mobil Listrik Mahasiswa UMT Raih Juara 2 Nasional KMLI 2026

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Inovasi kendaraan ramah lingkungan mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) meraih prestasi di tingkat nasional. Melalui mobil listrik hasil pengembangan Cisadane Benteng Team, mahasiswa UMT berhasil meraih Juara 2 Kategori Endurance dalam Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV 2026.

Prestasi tersebut diraih setelah Cisadane Benteng Team bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi berlangsung di Kampus Politeknik Negeri Bandung (Polban), belum lama ini.

Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras mahasiswa UMT dalam mengembangkan kendaraan listrik, mulai dari proses perancangan, perakitan, hingga pengujian. Salah satu fokus utama pengembangan mobil tersebut adalah efisiensi penggunaan energi listrik.

Dua mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UMT, Essa Riyanto dan Bintang Nur Alif, juga mendapatkan apresiasi khusus dari Pemerintah Kota Tangerang. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026).

Bagi anggota tim, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan atas hasil kompetisi. Prestasi itu merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan berbagai tahapan teknis, termasuk menghadapi kendala selama pengembangan kendaraan.

Bintang Nur Alif mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama rekan-rekannya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan setelah tim melewati proses pengerjaan yang membutuhkan waktu dan upaya besar.

“Tentu saja kami merasa senang atas pencapaian ini. Karya yang sudah kami rancang dengan susah payah akhirnya membuahkan hasil,” ujar Bintang dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Salah satu faktor yang mengantarkan Cisadane Benteng Team meraih posisi kedua adalah kemampuan kendaraan dalam mengoptimalkan penggunaan energi listrik. Aspek tersebut menjadi perhatian utama dalam Kategori Endurance KMLI, yang menitikberatkan pada kemampuan kendaraan beroperasi dengan konsumsi energi seefisien mungkin.

Dalam kategori ini, peserta tidak hanya dituntut menghadirkan kendaraan dengan performa yang baik, tetapi juga harus mampu mengatur penggunaan daya selama kompetisi berlangsung.

Bintang menjelaskan, mobil listrik yang dikembangkan timnya memiliki keunggulan dalam penggunaan energi yang relatif hemat. Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal penting saat bersaing dengan peserta dari perguruan tinggi lain.

“Keunggulan mobil listrik yang kami buat adalah kemampuannya menggunakan energi dengan cukup hemat. Kategori ini memang berfokus pada bagaimana kendaraan yang dibuat peserta dapat menggunakan energi sehemat mungkin,” jelasnya. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *