Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

SDN Panunggangan 4 Tanamkan Karakter Kebangsaan Perkuat Nasionalisme Sejak Dini

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

SDN Panunggangan 4, Kota Tangerang, menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai penguatan pendidikan karakter kebangsaan bagi peserta didik. Penanaman nilai persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air dilakukan melalui pembelajaran serta pembiasaan positif di lingkungan sekolah.

Kepala SDN Panunggangan 4, Tanti Yuliasih, mengatakan pendidikan kebangsaan bagi siswa sekolah dasar tidak cukup hanya melalui hafalan sejarah. Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda bagi anak-anak usia sekolah dasar adalah fondasi awal membangun karakter kebangsaan. Kita ingin menanamkan kesadaran bahwa perbedaan suku, bahasa, maupun latar belakang bukanlah pemecah, melainkan kekuatan bangsa Indonesia,” ujar Tanti saat dihubungi, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi kesempatan bagi para guru untuk mengintegrasikan nilai persatuan dan patriotisme ke dalam proses pembelajaran. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga berkarakter, bermoral, dan memiliki kepedulian sosial.

Tanti menjelaskan, penanaman nasionalisme dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana di sekolah. Di antaranya disiplin mengikuti upacara bendera, menghormati teman yang memiliki latar belakang berbeda, membangun kekompakan dalam kegiatan bersama, menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta membiasakan semangat gotong royong.

Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa nilai-nilai kebangsaan bukan sekadar slogan, melainkan sikap yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Anak-anak kita adalah tunas-tunas bangsa yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan. Semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa harus dirasakan dalam bentuk kepedulian nyata, gemar membantu sesama, serta semangat belajar yang tinggi demi mengharumkan nama bangsa,” jelasnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi, Tanti juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membangun karakter anak. Guru dan orang tua perlu memberikan pendampingan agar siswa mampu menyaring informasi serta mengembangkan sikap yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, lingkungan pendidikan yang inklusif dan menyenangkan dapat mendorong anak mengembangkan kreativitas, produktivitas, dan kemampuan bekerja sama. Dengan demikian, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 tetap relevan bagi generasi muda saat ini.

Tanti menegaskan, SDN Panunggangan 4 berkomitmen membentuk peserta didik yang berdaya saing, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Pendidikan karakter, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus untuk menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *