TANGERANG | tangerangraya.co
SMP Negeri 18 Kota Tangerang membekali sekitar 100 siswa kelas VII dan VIII dengan keterampilan kepemimpinan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026, ini bertujuan membentuk pelajar yang mandiri, disiplin, tangguh, dan mampu bekerja sama dalam organisasi.
Kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah tersebut mengusung tema “Pelajar Bersama Menjadi Pemimpin Masa Depan”. Melalui LDKS, sekolah berupaya mempersiapkan peserta didik agar memiliki bekal kepemimpinan sejak dini, mulai dari lingkungan organisasi siswa intra sekolah (OSIS) hingga kehidupan bermasyarakat.
Kepala SMPN 18 Kota Tangerang, Puji Priyanto, mengatakan LDKS menjadi salah satu sarana untuk melatih siswa agar siap mengemban tanggung jawab dan tumbuh menjadi pemimpin berkualitas di masa depan.
“Insyaallah dari bekal-bekal itu kita harapkan nanti ke depannya menjadi pemimpin-pemimpin yang berkualitas. Di mana mereka nanti mendapatkan bekal awal dari SMP kita,” ujar Puji saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Menurut Puji, pembentukan karakter kepemimpinan perlu dilakukan sejak usia sekolah agar siswa terbiasa bersikap mandiri, memiliki mental yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan. Upaya ini juga diharapkan mendukung lahirnya generasi muda yang siap berperan dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Selain melatih kepemimpinan, kegiatan LDKS diarahkan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama. Keterampilan tersebut dinilai penting bagi siswa ketika menjalankan tugas organisasi maupun berinteraksi dengan teman sebaya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 18 Kota Tangerang, Badru Tamam, menjelaskan kegiatan LDKS kali ini diikuti sekitar 100 siswa kelas VII dan VIII. Ia menilai organisasi sekolah merupakan wadah pembelajaran yang penting untuk mengembangkan kemampuan memimpin dan membangun kolaborasi.
“Kenapa organisasi ini diadakan? Karena bagaimanapun anak-anak ini harus ditempa agar mereka juga di dalam kepemimpinan memiliki kerja sama tim yang baik, sehingga organisasi seperti OSIS menjadi wadah buat mereka belajar menjadi pemimpin ke depannya. Sehingga apa yang mereka dapatkan pada hari ini, mudah-mudahan mereka bisa menjadi teladan untuk teman-teman dan siswa-siswa lainnya,” jelas Badru.
Ia berharap pembekalan melalui LDKS dapat membantu siswa membangun karakter kepemimpinan yang matang. Dengan bekal tersebut, siswa yang nantinya terpilih menjadi pengurus OSIS atau organisasi lainnya diharapkan mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar. Ia menilai pembentukan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan karakter sejak jenjang SMP merupakan bagian penting dalam proses pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah dan inisiatif SMPN 18 Kota Tangerang yang konsisten membina dan menempa peserta didiknya melalui kegiatan LDKS ini. Pembentukan karakter, kemandirian, dan mental kerja sama tim harus dimulai sejak dini,” ungkap Wahyudi.
Wahyudi berharap kegiatan positif seperti LDKS dapat terus dikembangkan di sekolah-sekolah lain di Kota Tangerang. Pembekalan kepemimpinan sejak bangku sekolah diharapkan mampu mendorong pelajar menjadi teladan bagi teman sebaya sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tanggung jawab di masa depan.
Melalui kegiatan ini, SMPN 18 Kota Tangerang berupaya memperkuat pendidikan karakter melalui pengalaman berorganisasi. Siswa diharapkan tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan berkolaborasi sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan serta berkontribusi di tengah masyarakat. (Hab)