Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

HUT Banten, Wagub Dimyati Bicara Filosofi Catur

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | tangerangraya.co

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menjadikan permainan catur sebagai refleksi dalam menjalankan roda birokrasi. Menurutnya, permainan tersebut sarat filosofi, terutama tentang pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka Turnamen Catur dalam rangka HUT ke-26 Provinsi Banten di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).

“Catur mengajarkan kita untuk saling bekerja sama dan menjaga demi meraih kemenangan. Sama halnya di pemerintahan, kita tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Wagub Dimyati.

Menurut Dimyati, catur mengandung filosofi interdependensi atau saling ketergantungan. Setiap pemain dituntut melindungi bidak, menyusun taktik secara matang, serta cermat dalam menentukan langkah.

“Kerja sama dan kolaborasi dapat memenangkan pertandingan, mencapai keunggulan, serta mendorong kemajuan. Begitu juga dalam birokrasi, kolaborasi antarpihak adalah kunci untuk mencapai target pembangunan,” tuturnya.

Dimyati juga menekankan pentingnya berpikir strategis untuk jangka panjang. Seperti halnya permainan catur, birokrasi membutuhkan kemampuan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman sebelum mengambil keputusan.

“Dalam catur, satu kesalahan bisa menghancurkan segalanya. Setiap langkah harus dipikirkan matang-matang. Ini sejalan dengan birokrasi, setiap kebijakan harus dirancang agar berkelanjutan dan berpihak pada generasi ke depan, bukan sekadar kepentingan saat ini,” tegas Wagub Dimyati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan, turnamen tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-26 Provinsi Banten.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan sportivitas sekaligus membudayakan olahraga di lingkungan masyarakat dan pemerintahan, khususnya cabang olahraga catur,” papar Syaukani.

Syaukani menyebutkan, turnamen mempertandingkan dua kategori, yakni perorangan dan beregu. Kategori perorangan diikuti perwakilan dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan satu perwakilan kabupaten/kota.

Sementara kategori beregu diikuti 25 tim serta lima perwakilan kabupaten/kota. Pertandingan kategori perorangan digelar pada 7 Oktober 2026, sedangkan kategori beregu berlangsung 8 Oktober 2026 dengan menggunakan sistem Swiss.

“Kategori perorangan diselenggarakan pada 7 Oktober 2026, sedangkan kategori beregu pada 8 Oktober 2026. Adapun sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem Swiss,” pungkasnya. (mur/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *