Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bandara Soetta Jadi Pintu Sport City Kota Tangerang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menjadi salah satu modal strategis Kota Tangerang dalam mengembangkan konsep Sport City. Akses penerbangan yang terhubung dengan berbagai daerah dan negara dinilai menjadi keunggulan untuk mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala nasional hingga internasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang mengatakan, kemudahan akses menjadi salah satu kekuatan Kota Tangerang untuk menarik atlet, ofisial, maupun masyarakat dari luar daerah mengikuti berbagai gelaran olahraga.

“Dari bandara, para peserta dapat langsung menuju hotel maupun lokasi kegiatan tanpa harus melalui perjalanan yang panjang,” tutur Kaonang, Rabu (8/10/2026).

Menurutnya, posisi tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan berbagai fasilitas pendukung di Kota Tangerang, mulai dari hotel, pusat ekonomi hingga fasilitas kesehatan. Kondisi itu menjadi modal penting untuk membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga memberikan dampak terhadap sektor lainnya.

“Kalau orang datang dari luar kota atau luar negeri, dari bandara bisa langsung ke hotel. Kita punya hotel, rumah sakit juga dalam jangkauan yang relatif dekat,” ujar Kaonang.

Kaonang menuturkan, penyelenggaraan event olahraga memiliki efek ganda terhadap perekonomian daerah. Kehadiran peserta dan penonton akan mendorong aktivitas transportasi, perhotelan, kuliner hingga pelaku UMKM.

Karena itu, olahraga dinilai tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai industri.

“Tidak ada pertandingan dengan seribu peserta yang tidak membutuhkan minum atau makan. UMKM semua ikut hidup. Olahraga turut membangkitkan daya ungkit ekonomi,” katanya.

Pengembangan Sport City juga diarahkan dengan memperkuat sarana olahraga yang dapat digunakan untuk berbagai penyelenggaraan event.

Kota Tangerang telah memiliki sejumlah venue, seperti GOR Nambo dan GOR Gondrong. Selain itu, pembangunan GOR di kawasan Modernland direncanakan pada 2027 dan dapat digunakan untuk olahraga indoor, termasuk basket dan hoki.

“Dalam setahun, Kota Tangerang juga menjadi lokasi lebih dari 25 kegiatan olahraga, mulai dari kejuaraan nasional hingga event yang melibatkan peserta dari luar negeri. Salah satunya kegiatan lari yang menghadirkan atlet nasional serta peserta dari sejumlah negara Eropa,” jelasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang ingin ekosistem olahraga terus berkembang sehingga Kota Tangerang tidak hanya menjadi tempat berlatih, tetapi juga menjadi destinasi penyelenggaraan event olahraga.

“Dengan dukungan akses Bandara Internasional Soekarno-Hatta, fasilitas olahraga, akomodasi dan aktivitas ekonomi, konsep Sport City diharapkan mampu menggerakkan olahraga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” pungkasnya. (wil/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *