Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kerahkan 600 Petugas, Pemkot Tangerang Bersihkan Ruang Publik hingga Saluran

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | tangerangraya.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengerahkan sekitar 600 petugas untuk membersihkan sejumlah ruang publik, jalan, hingga saluran dalam rangka Apel Siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri, Rabu (7/10/2026).

Ratusan petugas tersebut berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan disebar ke berbagai wilayah Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong kebersihan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat terlibat menjaga fasilitas umum.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Yudi Pradana, mengatakan petugas diturunkan untuk menyasar sejumlah titik yang membutuhkan penanganan kebersihan.

“Target kita yang pertama hari ini melakukan, seperti yang disampaikan Pak Wali, mengajak masyarakat untuk membersihkan area-area ruang terbuka publik, jalan, saluran,” ujar Yudi.

Selain DLH, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah OPD, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.

Para petugas kemudian dibagi menjadi tiga tim yang menyasar wilayah Kota Tangerang bagian Barat, Timur, dan Tengah.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Sachrudin meminta para camat dan lurah menggerakkan masyarakat melalui RT dan RW untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Kalau semua masyarakat, keluarga masing-masing, lingkungan masing-masing bisa melakukan pemilahan sampah, ini mudah-mudahan bisa kita atasi semuanya,” kata Sachrudin.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, terutama melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan.

Sachrudin bahkan menegaskan tidak boleh ada tempat pembuangan sampah (TPS) liar di wilayah Kota Tangerang.

“Enggak boleh ada TPS liar di kota ini,” tegasnya.

Selain masyarakat, Sachrudin juga meminta para pedagang kaki lima (PKL) ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan dan ketertiban di sekitar lokasi mereka beraktivitas.

Ia mendorong camat dan lurah menghidupkan kembali kegiatan kerja bakti di lingkungan RT dan RW sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan secara bersama-sama.

Sementara itu, Yudi berharap kegiatan Gerakan Nasional Indonesia Asri tidak berhenti pada kegiatan pembersihan yang dilakukan petugas. Menurutnya, aksi tersebut harus menjadi pemantik agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.

“Ini kita harapkan menjadi pemantik untuk masyarakat agar ikut membersihkan dan menjaga lingkungan masing-masing,” ujar Yudi.

Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha dan PKL, Pemkot Tangerang berharap gerakan menjaga kebersihan dapat menjadi kebiasaan bersama sehingga ruang publik dan lingkungan permukiman tetap bersih, nyaman, serta terawat.(Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *