Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

26 Tahun Provinsi Banten, Banten Bergerak, Maju Berdampak

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | tangerangraya.co

Provinsi Banten saat ini memasuki usia ke-26 tahun dan merupakan tahun kedua kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah. Dengan visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi, Andra Soni-Dimyati terus mewujudkan pembangunan untuk kemajuan Provinsi Banten yang berkeadilan, merata dan tidak korupsi.

Visi tersebut dijabarkan dalam misi memperkokoh iman dan takwa; mendorong pertumbuhan ekonomi yang maju, adil, dan merata; meningkatkan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, teknologi, kesehatan, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas; mewujudkan pemerataan pembangunan perkotaan dan perdesaan; serta, membangun kemandirian energi dan mengelola sumber daya alam.

Misi itu diwujudkan melalui delapan program unggulan dalam Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, serta Banten Melayani.

Melalui delapan program unggulan, pembangunan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang membawa kemajuan yang berkeadilan. Pembangunan untuk memastikan pemerataan infrastruktur, perluasan akses pendidikan, layanan kesehatan, penguatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Pada tahun kedua kepemimpinan Andra Soni-Dimyati, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif dari dampak capaian kinerja pembangunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Banten pada tahun 2025 berada di angka 77,25, meningkat sebanyak 0,90 poin (1,18%) dari tahun sebelumnya (2024) yang berada di angka76,35 poin.

Pada triwulan II tahun 2026 perekonomian Provinsi Banten (y-o-y) tumbuh 5,49 persen, pertumbuhan ini mengantarkan Provinsi Banten masuk dalam jajaran 5 besar provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Inflasi year-on-year (y-o-y) Provinsi Banten pada Agustus 2026 tercatat terkendali di angka 2,95 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,97.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Mei 2026 mencapai 6,48 persen, turun 0,11 persen dibandingkan Februari 2026, angkatan kerja di Banten pada periode ini naik menjadi 6,29 juta orang.

Angka kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,38 persen, turun 0,13 persen terhadap September 2025 dan turun 0,25 persen poin terhadap Maret 2025. Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk atau rasio gini pada Maret 2026 sebesar 0,312 menjadikan tingkat ketimpangan pengeluaran di Banten sebagai yang terendah di Pulau Jawa.

Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Banten pada Agustus 2026 tercatat sebesar 113,02, naik 1,05 persen dibandingkan bulan Juli 2026. Kenaikan ini menunjukkan adanya penguatan daya beli dan tingkat kesejahteraan petani di wilayah perdesaan Banten.

Capaian indikator makro Provinsi Banten menunjukkan peningkatan yang positif seiring dengan akselerasi pembangunan melalui delapan program unggulan. Hal ini juga berbanding lurus atas capaian raihan dan apresiasi oleh berbagai lembaga atas kinerja pembangunan di Provinsi Banten kepada Gubernur Banten dan Pemprov Banten.

Melalui Banten Bagus, pembangunan diarahkan untuk memperkecil kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) pada 2025 merealisasikan pembangunan 61 ruas jalan dan satu jembatan dengan total sekitar 71 kilometer. Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan penanganan 33 ruas jalan desa sepanjang 46,71 kilometer dan alokasi anggaran sekitar Rp164 miliar.

Program Bang Andra merupakan infrastruktur fisik untuk meningkatkan akses masyarakat desa terhadap perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. Jalan desa mendukung kemandirian desa, produktivitas pertanian, dan menjadikan desa sebagai kantung pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Pada tahun 2025 sebanyak 389 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berhasil ditangani untuk menciptakan hunian yang sehat, aman, dan produktif. Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2025 membangun tujuh Daerah Irigasi (DI), total panjang irigasi yang dibangun 6,90 kilometer, luas layanan 881,28 hektare, dengan biaya Rp48,91 miliar.

Selain itu melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah pusat membangun 12 irigasi dengan panjang penanganan sekitar 81,80 kilometer dan luas layanan 9.259 hektare, pagu anggaran mencapai Rp471,92 miliar. Pembangunan irigasi memiliki manfaat untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, serta mendongkrak kesejahteraan petani.

Masih pada Banten Bagus, untuk perbaikan sarana umum (PSU), Pemprov Banten pada tahun 2025 membangun jalan lingkungan sepanjang 407,432 kilometer, drainase lingkungan 75 kilometer, 12 unit toilet umum, 10 unit Posyandu, 22 unit gedung serbaguna, tiga unit masjid, 37 unit penerangan jalan umum (PJU), serta penanganan 389 rumah tidak layak huni (RTLH).

Banten Cerdas diwujudkan melalui Program Sekolah Gratis di SMA, SMK dan SKh swasta. Program ini memberikan solusi nyata dalam memperluas akses dan meringankan beban biaya pendidikan masyarakat. Pada tahun ajaran 2025-2026, program ini telah menjangkau 801 sekolah dengan 60.705 siswa terverifikasi. Kemudian pada tahun ajaran 2026-2027, Program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta menjangkau 782 sekolah dengan 59.697 siswa mengikuti atau menerima manfaat dari program ini.

Pada tahun 2025 telah dibangun tujuh unit sekolah baru dengan tambahan daya tampung sekitar 1.356 peserta didik. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten pada tahun 2026 juga telah menjangkau sekitar 3,5 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Melalui Banten Sehat, akses layanan kesehatan diperluas dan dipermudah. Pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan, termasuk Bunker Radioterapi dan Pelayanan Kemoterapi di RSUD Banten. Beroperasinya RSUD Uwes Qorny Cilograng dan RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan memberikan dampak positif berupa peningkatan akses layanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat Banten Selatan. Untuk memperluas pelayanan ke masyarakat dilakukan melalui mobile clinic dan telemedicine.

Capaian Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 98 persen turut mempermudah akses kesehatan masyarakat rentan melalui layanan BPJS Kesehatan. Capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten hingga September 2026 telah mencapai 7,2 juta jiwa atau sekitar 70 persen. Angka 70 persen ini melampaui rata-rata capaian nasional yang berada di kisaran 46 persen.

Layanan Rumah Singgah Pemerintah Provinsi Banten di Tebet, Jakarta Selatan, diresmikan pada tahun 2025, menjadj tempat menginap gratis bagi warga yang sedang menjalani pengobatan medis di rumah sakit wilayah Jakarta.

Banten Kuat diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui Koperasi dan pengembangan UMKM. Di Provinsi Banten telah terbentuk 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan 694 koperasi telah operasional hingga September 2026.

Pemerintah Provinsi Banten menargetkan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan UMKM dan pembentukan zona ekonomi baru. Melalui penguatan UMKM dan koperasi, pemerintah berkomitmen memberdayakan usaha rakyat sebagai pilar utama ekonomi yang kompetitif dan inovatif. Pemerataan ekonomi hadir untuk memastikan akses kesejahteraan dan lapangan kerja dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Banten Makmur diarahkan untuk memperkuat produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Untuk memperkuat produksi beras, Pemprov Banten melalui APBD 2025 telah membangun tujuh daerah irigasi dengan panjang 6,90 kilometer dengan luasan layanan 881,28 hektare.

Dukungan dari Pemerintah Pusat dibangun 12 daerah irigasi sepanjang 81,80 kilometer dengan luasan layanan 9.259 hektare. Menjadikan indeks layanan irigasi Provinsi Banten naik dari 52,5 persen menjadi 62,45 persen.

Pada tahun 2025 produksi padi Provinsi Banten mencapai sekitar 1,77 juta ton gabah kering giling, dengan produksi beras untuk konsumsi sekitar 1,01 juta ton. Menempatkan Provinsi Banten peringkat ke-8 sebagai lumbung padi nasional. Banten Makmur merupakan fondasi kedaulatan pangan menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Kinerja Banten Ramah turut ditunjukkan dengan realisasi investasi di Provinsi Banten yang pada tahun 2025 mencapai Rp130,2 triliun, meningkat dari Rp105,64 triliun pada tahun 2024. Investasi itu turut membuka lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Sepanjang Semester I tahun 2026, realisasi investasi mencapai Rp66,3 triliun, atau sekitar 46,63 persen dari target tahunan sebesar Rp142,19 triliun. Pencapaian ini meningkat 9,23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp60,7 triliun.

Banten Indah merupakan program unggulan yang bertujuan untuk mewujudkan pariwisata Banten yang terintegrasi, berkualitas dan berkelanjutan. Berorientasi pada perbaikan, penataan dan pengembangan di sekitar kawasan-kawasan wisata di Banten, program ini berfokus pada optimalisasi kondisi infrastruktur, penyempurnaan sarana prasarana wisata, peningkatan sadar wisata masyarakat, hingga optimalisasi Taman Hutan Raya (Tahura) Banten sebagai destinasi unggulan.

Sebagai upaya menjaga kenyamanan iklim wisata, Pemerintah Provinsi Banten juga menerapkan kebijakan “Siaga Wisata” yang melarang kenaikan harga tidak wajar (getok harga) dan pungutan liar (pungli) di tempat wisata. Pemerintah Provinsi Banten juga memperketat keamanan, meningkatkan kenyamanan, dan memastikan kebersihan di berbagai destinasi wisata melalui kolaborasi dengan Balawista dan Pokdarwis.

Tak hanya itu, Andra Soni-Dimyati juga mendukung pertumbuhan destinasi wisata-wisata lokal di pedesaan guna menumbuhkan ekonomi pariwisata berbasis potensi lokal daerah. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.

Sedangkan untuk Banten Melayani, beberapa capaian indikator dan raihan penghargaan turut menunjukkan kinerja. Pemerintah Provinsi Banten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-10 kalinya secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Mei 2026 atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). BPK juga mencatat tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan Pemerintah Provinsi Banten telah mencapai 81,34 persen, melampaui target nasional 75 persen.

Capaian Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Provinsi Banten juga meningkat menjadi 3,69 dengan kategori sangat baik. Survei Penilaian Integritas (SPI) mencapai 73,22. Sementara keterbukaan informasi publik mempertahankan predikat Informatif dengan skor 96,45.

Banten juga berada di peringkat kesembilan dari 34 provinsi dalam kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dan memperoleh kategori A atau Sangat Baik dalam evaluasi pelayanan publik 2025.

Program Banten Melayani juga memperkuat kapasitas pemerintah desa melalui Program Bantuan Keuangan Desa. Program ini sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto berfokus pada membangun dari desa dan dari bawah untuk mencapai pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Banten memberikan bantuan keuangan desa sebesar Rp120 juta untuk 1.238 desa se-Provinsi Banten. Total anggaran mencapai Rp148 miliar lebih.

Delapan program unggulan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah adalah komitmen nyata bagi kemajuan Banten. Kini, seluruh program sedang diimplementasikan secara konsisten untuk kesejahteraan masyarakat.

Fokusnya adalah kerja dan melayani karena berorientasi memberi kebermanfaatan bagi masyarakat. Mari terus kawal pembangunan demi mewujudkan Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi. (dam/hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *