Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Berlangganan Koran Digital & Update Berita

Nikmati Edisi Terbaru dan dapatkan update berita terbaru Tangerang Raya setiap hari.

Baca E-Paper

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sachrudin Dorong Seni Budaya Keagamaan Kota Tangerang Terus Hidup Lintas Generasi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

KOTA TANGERANG | tangerangraya.co

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mendorong seni dan budaya keagamaan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus dikembangkan agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi.

Menurut Sachrudin, kekayaan seni dan budaya keagamaan perlu dirawat, dikembangkan, serta diperkenalkan dengan cara yang relevan dan dekat dengan generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Sachrudin saat membuka Sosialisasi Organisasi Seni Budaya Keagamaan di Kota Tangerang yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas seni budaya keagamaan.

Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Tangerang tersebut berlangsung di Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Sachrudin mengatakan, keberlangsungan seni dan budaya membutuhkan kolaborasi antara seniman, budayawan, tokoh agama, komunitas, pemerintah, dan generasi muda sebagai penerus.

“Bagaimana seni budaya di Kota Tangerang ini bisa tumbuh dan berkembang, punya daya tarik sendiri, bukan hanya dikenal masyarakat Kota Tangerang, tetapi juga daerah lain bahkan mancanegara. Yang paling penting, bagaimana kita menghadirkan seni budaya ini kepada generasi penerus, para generasi muda,” ujar Sachrudin.

Budaya Perlu Mengikuti Perkembangan Zaman

Sachrudin menilai budaya tidak sebatas pertunjukan, tetapi juga mencakup nilai, tradisi, kebiasaan, serta identitas masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sebagai kota yang multikultural dan multietnis, Kota Tangerang memiliki beragam seni dan tradisi, seperti palang pintu, lenong, wayang kulit, barongsai, gambang kromong, tari cokek, debus, hadroh, marawis, gambus, serta berbagai seni budaya keagamaan lainnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk memperkenalkan kekayaan budaya tersebut kepada generasi muda.

Pemerintah Kota Tangerang juga mendorong pelaku seni dan budaya memanfaatkan ruang digital, termasuk melalui aplikasi Tangerang LIVE dengan fitur E-Plesiran, untuk memperkenalkan karya, kegiatan, komunitas, dan potensi budaya lokal.

“Hari ini, kami sosialisasikan kepada para seniman dan budayawan di Kota Tangerang untuk terus mengembangkan seni dan budaya yang ada agar tetap relevan dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Di antaranya melalui pemanfaatan teknologi digital yang ada di aplikasi Tangerang LIVE,” tuturnya.

Seni Budaya Keagamaan Jadi Media Nilai Positif

Sachrudin menuturkan, seni budaya keagamaan juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi berlanjut menjadi karya dan kolaborasi nyata. Dengan demikian, generasi muda memiliki ruang untuk mengenal, mencintai, sekaligus meneruskan seni dan budaya daerah.

“Harapannya tentu kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengembangkan seni budaya yang ada di Kota Tangerang, sehingga tetap hidup, dikenal, dan bisa diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya.(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *